Titel Grand Slam-nya Disamai Nadal, Begini Komentar Federer

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Rafael Nadal memenangkan titel ke-20 grand slam usai menjuarai French Open 2020 sekaligus menyamai pencapain Roger Federer. Menurut Federer, Nadal pantas menyamai pencapaiannya.

Bertanding di Lapangan Philippe-Chatrier, Minggu 11 Oktober 2020 malam WIB, Nadal membuat petenis peringkat satu dunia, Novak Djokovic tak berdaya, dengan meraih kemenangan tiga set, 6-0, 6-2, dan 7-5 dalam waktu dua jam 41 menit.

Bagi Nadal, ini adalah gelar ke-13 grand slam French Open. Petenis Spanyol itu mendapat julukan ‘King of Clay’ atau ‘Raja Tanah Liat’ karena French Open dimainkan di lapangan tanah liat.

Catatan Nadal di French Open sangat impresif. Dia mencatatkan 13 kali juara, dua kali kalah, dan satu kali tidak ikut serta. Federer memuji Nadal dan menyebut petenis kidal itu pantas memenangkan titel ke-20 grand slam.

“Saya selalu menghormati Rafa sebagai teman dan sebagai seorang profesional, sekaligus sebagai sang juara. Sebagai rival saya bertahun-tahun, saya yakin hal itu mendorong kami berdua menjadi petenis lebih baik lagi,” tulis Federer, di akun Instagram pribadinya.

“Untuk itu, sebuah kehormatan bagi saya mengucapkan selamat atas pencapaian titel ke-20 di ajang grand slam. Fakta yang luar biasa dia sudah memenangkan 13 titel French Open dan ini merupakan pencapaian luar biasa dalam olahraga,” lanjut Federer.

“Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada tim Rafa, karena tak ada yang bisa melakukan semua ini seorang diri. Saya harap 20 adalah sebuah langkah untuk terus melanjutkan perjalanan kami berdua. Selamat, Rafa. Kamu pantas mendapatkannya,” tambah Federer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini