Tiba di Kroasia, Timnas U-19 Latihan Ringan

Baca Juga

MATA INDONESIA, STEVI MARTIN NA MURI – Timnas Indonesia U-19 langsung menggelar latihan setibanya di Kroasia, Minggu 30 Agustus 2020. Pelatih Shin Tae-yong memberikan menu latihan ringan.

Skuat Garuda Muda total melakukan perjalanan hampir 20 jam dari Jakarta hingga sampai di Sveti Martin na Muri. Sebanyak 27 pemain tampak terus bersemangat mengikuti pemusatan latihan di Kroasia ini.

Shin Tae-yong mengatakan, setelah melakukan perjalanan panjang, timnas U-19 langsung menggelar latihan untuk pemulihan atau recovery pemain.

“Kami memberikan menu ringan pada latihan perdana di Kroasia ini. Latihan selama satu jam dengan menu ringan dan saat mau selesai latihan terjadi hujan deras,” ujar Shin Tae-yong, di laman resmi PSSI.

Selama pemusatan latihan (TC) di Kroasia, pelatih asal Korea Selatan itu yakin para pemain akan bekerja keras demi raihan prestasi timnas U-19 nantinya.

“Saat ini kondisi pemain baik-baik saja dan tidak ada masalah berarti. Mulai hari Senin (31/8/2020) ini, kami sudah mulai latihan normal yakni tiga kali dalam sehari,” ungkapnya.

TC di Kroasia sebagai persiapan Garuda Muda mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada 14-31 Oktober di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini