Thailand Open: Main Tiga Gim, Fajar/Rian Lewati Babak Pertama

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dipaksa kerja keras untuk meraih tiket ke babak kedua Yonex Thailand Open 2021 Super 1000. Fajar/Rian menang melalui rubber gim.

Bertanding di Impact Arena, Selasa 12 Januari 2021, Fajar/Rian mengalahkan pasangan tuan rumah, Nipitphon Phuangphuaphet/Tanupat Viryangkura, 17-21, 21-16, dan 22-20 dalam waktu 59 menit.

Kalah di gim pertama, Fajar/Rian bangkit di gim kedua. Unggul 11-10 di interval, Fajar/Rian terus melaju hingga 16-14 sebelum akhirnya menutup gim kedua 21-16.

Pertarungan sengit terjadi di gim penentuan. Tertinggal 10-11 di interval, Fajar/Rian menyamakan skor 12-12. Skor kembali sama kuat 16-16. Ganda Thailand mencapai match point lebih dulu 20-18. Beruntung, Fajar/Rian tetap tenang dan menambah empat poin beruntun sekaligus menutup laga 22-20.

Di babak kedua, Fajar/Rian akan menghadapi sesama pasanga Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Artinya, satu tiket babak perempatfinal sudah pasti milih Merah Putih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini