Tersangka Penipuan Arisan Online di Karawang Bertambah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Dua orang kembali ditetapkan sebagai tersangka arisan online oleh Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Karawang.

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan telah mengamankan tersangka lainnya dalam penipuan arisan online.

“Kita kembali menetapkan dua tersangka yang berinisial AR dan F yang merupakan reseller. serta telah memeriksa 13 reseller lainnya,” kata Aldi saat dihubungi melalui telepon selular, Kamis 10 Februari 2022.

Aldi mengatakan, para reseller ini tugasnya untuk mencari member yang nantinya uang tersebut diputarkan kembali seperti money game. Dan setiap bulan menjanjikan keuntungan. “Arisan online ini sudah mulai kolep pada bulan Desember 2021,” katanya.

Dikatakannya, salah satu member arisan terakhir sudah setor sebesar Rp 1 miliar dan itu menjadi dana segar bagi mereka (reseller). Bahkan ada beberapa member ada yang kabur, karena sudah sadar mereka merasa ini penipu.

“Untuk member dari Karawang, Purwakarta, Subang dan Bekasi, dengan modal member terakhir ini setorannya capai 1 milyar,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, polisi sudah menangkap perempuan berinisial D, bos arisan online yang menjadi tersangka penipuan di Karawang.

“Iya benar, untuk kasus arisan online kami sudah menangkap 1 orang tersangka berinisial D jenis kelamin perempuan, pimpinan arisan online,” katanya.

Diketahui, penipuan arisan online berkedok investasi tengah jadi perbincangan warganet di Karawang. Puluhan korban dirugikan hingga ratusan juta rupiah.

Mencuatnya penipuan arisan online terungkap berawal dari ramainya curhatan di media sosial Karawang. Salah satu korban, inisial AN (28) mengakui telah merugi 8 juta rupiah dari penipuan arisan online tersebut.

“Jadi awalnya aku tertarik karena yang mengajak itu teman dekat, terus dia menawarkan investasi skemanya mirip arisan, terus aku ikut bulan November 2021 dan TF (transfer) 8 juta 100 ribu rupiah, 100 ribu itu buat administrasi, dan sebulan setelah akan dijanjikan mendapatkan 10 juta atau keuntungan 2 juta,” katanya.

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Oliestha Wicaksana membenarkan adanya penipuan arisan online terjadi di Karawang.  “Terkait ramainya arisan online ini, sudah 3 korban yang melapor, dan kerugian mencapai 800 juta rupiah,” kata Oliestha.

Reporter: Muhammad Rizky Aulia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini