Ternyata, di Bandung Prabowo Hanya Menang Tipis dari Jokowi

Baca Juga

MINEWS, BANDUNG – Sempat diisukan bakalan menang besar di Bandung, ternyata Prabowo-Sandiaga hanya unggul tipis dari Jokowi-Ma’ruf.

Dalam rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara di Kota Bandung, Minggu 5 Mei 2019, Prabowo-Sandiaga mendapat sebanyak 867.945 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 621.969 suara, dari total keseluruhan 1.489.914 suara.

Usai pembacaan hasil rekapitulasi, dalam rapat pleno, para saksi kompak meminta ketua KPU menunda terlebih dahulu proses pengesahan. Mereka meminta file hasil rekapitulasi terlebih dahulu dari KPU.

“Untuk rekap seluruh kecamatan se-Kota Bandung untuk tidak disahkan terlebih dahulu. Kami meminta copy, kami meminta waktu koordinasi dengan pimpinan,” ucap saksi dari paslon 01 saat diberi kesempatan menanggapi hasil rekap KPU Kota Bandung.

Hal yang sama juga dilakukan saksi dari paslon 02. Mereka meminta soft copy terlebih dahulu hasil rekap KPU.

Sementara ini, secara nasional, Jokowi-Ma’ruf masih unggul jauh atas Prabowo-Sandiaga dalam real count di laman resmi KPU. Bahkan, paslon 01 unggul lebih 12 juta suara dari paslon 02.

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini