Terkait Kasus Elkan Baggott, Ketum PSSI: Terima Kasih Kedubes RI Singapura!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemain naturalisasi Elkan Baggott dipastikan akan tampil di laga pamungkas babak penyisihan Grup B Piala AFF 2020 kontra Malaysia. Hal ini tak lepas dari peran Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

Sebagaimana diketahui, Elkan harus absen di tiga laga berikutnya lantaran harus menjalani karantina. Elkan harus dikarantina karena saat terbang dari London ke Singapura pada Selasa (7/12) ada penumpang yang positif Covid-19 varian baru Omicron.

Beruntungnya, pemerintah Singapura mengizinkan membolehkan alat-alat gym dibawa ke kamar. Sehingga Elkan tetap dapat menjalani latihan secara mandiri selama masa karantina.

Usai menghabiskan luima hari masa karantina mandiri, pemain Ipwich Town itu telah bergabung dengan rekan setim untuk menjalani latihan bersama.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan membantu PSSI mengawal kasus Elkan Baggott, khususnya Kedutaan Besar RI di Singapura.

“Alhamdulillah Elkan Bagott hari ini sudah selesai menjalani masa karantina dn sudah bisa ikut latihan dengan tim,” ucap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam laman resmi PSSI, Minggu, 19 Desember 2021.

“Terima kasih kepada Dubes RI (Suryopratomo) yang telah membantu PSSI terkait masalah ini,” sambung pria yang akrab disapa Iwan itu.

Pelatih Shin Tae Yong dipastikan akan menurunkan Elkan Baggott di laga terakhir kontra Harimau Malaya, Minggu malam WIB. Kehadiran Elkan Baggott diyakini akan menambah semangat juang dan solid Tim Garuda malam nanti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini