Tekad Indonesia Pertahankan Gelar Juara Piala AFF U-23

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Timnas Indonesia U-23 akan berlaga di ajang Piala AFF U-23 pada 14-26 Februari 2022. Skuat Garuda Muda bertekad mempertahankan gelar juara yang diraih di 2019.

Di Piala AFF U-23, Indonesia berada di Grup B bersama Malaysia, Myanmar, dan Laos. Sementara Grup A diisi Kamboja, Timor Leste, Filipina, dan Brunei Darussalam. Grup C ditempati Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Jelang tampil di Piala AFF U-23, tim besutan Shin Tae-yong akan melakukan pemusatan latihan di Bali mulai 8 Februari hingga jelang keberangkatan ke Kamboja.

Bek timnas U-23, Komang Tri Arta Wiguna bertekad membantu tim sekuatnya untuk bisa mempertahankan gelar Piala AFF U-23 dimana di tahun 2019 Indonesia mengalahkan Thailand di final.

“Pastinya saya sangat senang bisa kembali dipercaya untuk bergabung dalam TC Timnas Indonesia. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dalam proses ini untuk nantinya bisa dipercaya masuk dalam skuad utama Timnas Indonesia di ajang AFF U-23 yang berlangsung di Kamboja nanti,” katanya.

“Target saya sebagai pemain pasti ingin membantu tim meraih prestasi dan jika bisa mempertahankan gelar juara AFF U-23 ini. Semoga saya bisa berkontribusi banyak, dan memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini