Taliban Tangkap Mucikari yang Jual Ratusan Perempuan Afghanistan

Baca Juga

MATA INDONESIA, KABUL – Taliban menangkap seorang pria karena diduga menjual ratusan perempuan di Afghanistan utara. Pelaku menipu para korban dengan alasan akan menikahkan mereka dengan orang kaya.

Pria itu ditangkap di provinsi Jawzjan utara pada Senin (15/11) malam waktu setempat. Hal ini dilaporkan oleh Damullah Seraj, Kepala Polisi Provinsi Taliban kepada para awak media.

“Kami masih dalam tahap awal penyelidikan. Kami berharap untuk mengetahui lebih banyak tentang kasus ini nanti,” kata Damullah Seraj, melansir Al Arabiya, Rabu, 17 November 2021.

Mohammad Sardar Mubariz, seorang kepala polisi distrik di Jawzjan, mengatakan kepada AFP bahwa pelaku menargetkan wanita miskin yang putus asa untuk memperbaiki keadaan mereka.

Setelah mengatakan bahwa dia akan menemukan pria kaya raya untuk mereka nikahi, pelaku kemudian memindahkan para korban ke provinsi lain di mana mereka malah dijual sebagai budak.

Pelaku diduga memperdagangkan sekitar 130 perempuan dengan cara ini. Kejahatan, nepotisme, dan korupsi bukanlah hal baru di Afghanistan, tetapi meningkatnya kemiskinan merusak klaim legitimasi pemerintah Taliban.

Sejak Taliban kembali berkuasa sekitar tiga bulan lalu, kelompok tersebut berusaha menahan berbagai kejahatan, seperti perampokan dan penculikan, terutama di kota-kota besar.

Pada Selasa (16/11), Kementerian Dalam Negeri Taliban mengatakan bahwa sebanyak 60 orang – termasuk anggota departemen paspor, ditangkap karena memalsukan dokumen untuk mendapatkan paspor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

KPU Sleman Gelar PSU pada 24 Februari 2024 di 11 TPS, PPS dan PPK Dipilih Ketat

Mata Indonesia, Sleman - KPU Sleman segera menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) sesuai rekomendasi sebelumnya. Ada 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bumi Sembada yang akan menjadi lokasi PSU dan PSL.
- Advertisement -

Baca berita yang ini