Soal Video ‘Papua Tanah Israel Kedua’, Kemendagri Bakal Panggil Sekda Papua

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akan memanggil Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen terkait video viral di dunia maya yang menyebut Papua sebagai tanah kedua Israel.

Tjahjo mengatakan sedang meminta jajarannya untuk mempelajari isi video tersebut. Jika diperlukan, Hery Dosinaen akan didatangi atau dipanggil untuk klarifikasi.

Ditanya kapan pemanggilan terhadap Hery akan dilakukan, Tjahjo hanya menjawab secepatnya. Kemendagri lebih dulu akan memantau situasi karena kondisi di Papua, khususnya di Manokwari saat ini sedang tidak kondusif.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan apa pun itu, siapa pun warga negara, apalagi pejabat negara yang membuat pernyataan yang bertentangan dengan konstitusi jelas tidak benar.

Bahtiar mempersoalkan pernyataan Hery yang menyebut Papua sebagai tanah kedua Israel. Menurutnya, Indonesia dan Israel sama sekali tak mempunyai hubungan diplomatik.

Kemendagri ditegaskan Bahtiar akan mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Namun, jika memang terbukti bersalah, menurut Bahtiar, Kemendagri akan memberikan sanksi kepada Hery.

Diketahui, video Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen, sedang viral di dunia maya. Video berdurasi 43 detik itu, Hery Dosinaen mengklaim pernyataannya mewakili atas nama Gubernur Papua. Dia meminta warga Papua pada 15 Agustus berdoa bagi bangsa ini.

Berikut ini kutipan perkataan Hery dalam video tersebut:

Atas Nama Gubernur Papua saya mengimbau kepada seluruh masyarakat di tanah Papua, di lembah, pantai, gunung, rawa, sungai, mari pada 15 Agustus 2019, kita sisihkan waktu 1 jam untuk berdoa bagi bangsa ini, untuk berdoa bagi tanah Papua, Tanah Israel Kedua, The Second Land of Israel.

Saya yakin dan percaya, dengan hati yang tulus kita mendoakan tanah ini. Saya yakin Papua pasti bangkit, maju, mandiri, dan sejahtera, serta berkeadilan.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini