TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan merespons positif aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Senin (2/11). Pemkot Tangsel menilai kehadiran mahasiswa sebagai bentuk kepedulian aktif generasi muda terhadap tata kelola birokrasi daerah, sekaligus pengingat agar jajaran pemerintah terus bekerja sesuai standar akuntabilitas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Dr. Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa Pemkot Tangsel memandang dinamika dan perbedaan pandangan publik sebagai hal yang menyehatkan dalam ruang demokrasi lokal.
“Aspirasi dan kritik yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa hari ini merupakan bagian penting dari kontrol sosial. Kami berterima kasih atas kepedulian tersebut, karena Pemkot Tangsel tidak bisa berjalan sendiri tanpa pengawasan publik,” ujar Asep saat ditemui di Kompleks Puspemkot Tangsel, Senin (2/11).
Menanggapi tuntutan mahasiswa seputar dinamika administratif jabatan Sekda, Asep menjelaskan bahwa seluruh penetapan dan kebijakan kepegawaian di lingkungan Pemkot Tangsel selalu didasarkan pada regulasi kepegawaian nasional serta koridor perundang-undangan yang berlaku. Untuk menghindarkan prasangka dan kesalahpahaman informasi di ruang publik, Pemkot Tangsel secara terbuka mengundang perwakilan elemen mahasiswa untuk berdiskusi ilmiah dan membedah aturan secara transparan.
“Agar tidak timbul interpretasi liar di tengah masyarakat, kami sangat menyambut baik jika adik-adik mahasiswa ingin duduk bersama tim hukum dan BKPSDM. Mari kita bedah aturan dan datanya secara jernih, objektif, dan akademis. Pintu dialog kami selalu terbuka lebar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat Tangerang Selatan untuk tetap tenang, bijak menyaring informasi di media sosial, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ia menegaskan, di tengah riuk-pikuk isu yang berkembang, roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat di seluruh lini Pemkot Tangsel dipastikan tetap berjalan stabil tanpa gangguan.
“Prioritas utama seluruh aparatur Pemkot Tangsel tetap pada pelayanan publik. Program pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, penanganan sampah, hingga pendidikan masyarakat tidak boleh kendur sedikit pun,” tegas Asep.
Asep memastikan, di tengah sorotan publik dan dinamika sosial politik yang ada, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Tangsel tetap bekerja secara profesional. Pelayanan dasar masyarakat di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga dinas teknis berjalan normal tanpa gangguan.
“Fokus utama Wali Kota dan seluruh jajaran birokrasi adalah memastikan program kerakyatan—mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, penanganan banjir, hingga infrastruktur wilayah—tetap berjalan presisi dan tepat waktu,” kata Asep.
Asep berharap kedewasaan berdemokrasi seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa dapat terus dirawat, sehingga Kota Tangerang Selatan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan inklusif bagi semua.
“Perbedaan sudut pandang itu wajar. Yang terpenting, niat kita sama: ingin melihat Kota Tangerang Selatan menjadi lebih maju, tertata, dan menyejahterakan warganya,” kata dia.
“Tangerang Selatan tumbuh karena semangat gotong royong dan kedewasaan berdemokrasi. Mari kita salurkan setiap aspirasi dan perbedaan pandangan melalui ruang-ruang dialog yang edukatif. Pemkot Tangsel siap mendengarkan, belajar, dan melangkah bersama masyarakat,” pungkasnya.

