Serie A Boleh Digelar Kembali, Tapi Wajib Ikuti Saran PM Italia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte memberi lampu hijau untuk Serie A digelar kembali dalam waktu dekat. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi pihak pelaksana.

Menurut Conte, negara membutuhkan banyak jaminan kesehatan jika Serie A ingin bergulir kembali sesuai jadwal pada 13 Juni 2020 mendatang, setelah sempat tertunda lebih dua bulan akibat pandemi Covid-19.

“Kami membutuhkan beberapa jaminan lagi sebelum memulai musim. Silakan bicara dengan Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora,” kata PM Conte, seperti dikutip dari AFP, Minggu 17 Mei 2020.

Sejauh ini, banyak klub menolak penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Protokol itu dinilai sulit untuk diterapkan.

Ada dua hal dalam protokol kesehatan yang menyulitkan klub. Pertama, menyangkut logistik bagi klub untuk mengatur periode latihan kelompok dua minggu dari hari Senin.

Kedua, para pemain secara teoritis harus berlatih bersama, kemudian makan dan tidur di pusat pelatihan atau hotel yang sepenuhnya tersedia untuk tim demi menghindari risiko penularan.

Masalahnya, tidak semua klub memiliki fasilitas untuk mendukung protokol itu. Apalagi harus melakukannya sesuai permintaan pemerintah terkait karantina bagi seluruh tim dan staf yang terdeteksi positif dalam tes.

Klub-klub Italia lebih menyukai model yang dipakai Jerman, di mana hanya orang yang terinfeksi saja yang dikarantina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini