Sepupu: Messi Tak Bahagia di Barcelona

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Sepupu Lionel Messi, Maxi Biancucchi turut angkat bicara terkait keinginan La Pulga meninggalkan Barcelona. Dia menilai, Messi tak bahagia di Camp Nou.

Messi menyatakan keinginannya meninggalkan Barcelona pada Selasa 25 Agustus 2020 melalui surat yang dikirimkan menggunakan faks. Setelah nyaris 20 dekade, pemain 33 tahun akan meninggalkan Barcelona.

Tapi, keinginan Messi hengkang tak mudah. Barcelona bergeming dengan klausul pelepasan senilai 700 juta Euro sementara Messi bersikeras klausul yang memperbolehkannya hengkang dari Barcelona kapan saja dan bebas transfer masih berlaku.

Biancucchi mengklaim, kebahagiaan menjadi faktor utama yang dicari Messi di petualangan baru dalam kariernya.

“Saya pikir dia tidak akan pernah meninggalkan Barcelona, tapi Leo harus mencari tempat lain yang bisa membuatnya bahagia,” ujar Biancucchi, dikutip dari Marca, Rabu 2 September 2020.

“Jika dia pergi, itu karena dia tak bahagia dan ingin mencari tantangan baru. Dia punya hak. Mereka juga harus memikirkan perasaan Messi saat ini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini