Sekjen PKB Pede, Reshuffle Menteri Aman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rabu 15 Juni 2022, Presiden Jokowi dikabarkan akan menggelar reshuffle kabinet. Indikasi reshuffle ini semakin kuat setelah sejumlah Ketua Parpol pendukung koalisi bertemu dengan Presiden Jokowi, Selasa 14 Juni 2022 sore.

Sejumlah pimpinan partai politik dan menteri Kabinet Indonesia Maju kemudian dipanggil menghadap Presiden Jokowi. Mulai dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum NasDem Surya Paloh, hingga Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid, menyatakan reshuffle merupakan hak Jokowi sebagai Presiden. Menurut dia, sudah tentu Jokowi lebih tahu mana yang terbaik untuk membantunya di pemerintahan.

Hasanuddin juga menyampaikan, Menteri yang berasal dari partainya akan aman dari reshuffle kabinet ini. ”Aman Insya Allah,” kata Hasanuddin, Selasa (14/6).

Sejauh ini, menurut dia, Menteri dari PKB bekerja dengan baik. Oleh karena itu, ia yakin tak akan kena reshuffle. ”Sampai sekarang Menteri PKB bekerja dengan baik. Dan belum ada catatan-catatan yang bisa dinyatakan tidak,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini