Sekjen PKB Pede, Reshuffle Menteri Aman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rabu 15 Juni 2022, Presiden Jokowi dikabarkan akan menggelar reshuffle kabinet. Indikasi reshuffle ini semakin kuat setelah sejumlah Ketua Parpol pendukung koalisi bertemu dengan Presiden Jokowi, Selasa 14 Juni 2022 sore.

Sejumlah pimpinan partai politik dan menteri Kabinet Indonesia Maju kemudian dipanggil menghadap Presiden Jokowi. Mulai dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum NasDem Surya Paloh, hingga Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid, menyatakan reshuffle merupakan hak Jokowi sebagai Presiden. Menurut dia, sudah tentu Jokowi lebih tahu mana yang terbaik untuk membantunya di pemerintahan.

Hasanuddin juga menyampaikan, Menteri yang berasal dari partainya akan aman dari reshuffle kabinet ini. ”Aman Insya Allah,” kata Hasanuddin, Selasa (14/6).

Sejauh ini, menurut dia, Menteri dari PKB bekerja dengan baik. Oleh karena itu, ia yakin tak akan kena reshuffle. ”Sampai sekarang Menteri PKB bekerja dengan baik. Dan belum ada catatan-catatan yang bisa dinyatakan tidak,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini