Sederet Artis Ini Ramaikan Pilkada 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 tampaknya bakal diramaikan kalangan selebriti Tanah Air yang terjun ke dunia politik.

Tak hanya satu, diketahui ada sejumlah nama artis mulai mencuat ke publik menyatakan siap maju ke kursi pemerintahan.

Nama-nama mereka pun turut menambah panjang daftar artis yang terjun dan berkarir di dunia politik.

Nih, biar ga penasaran, berikut sederet artis yang siap maju dan diusung partai politik untuk mendapatkan tempat di Kabupaten, Kota ataupun Provinsi di Indonesia. Yuk simak!

1. Adly Fairuz

Nama pemain sinetron Adly Fairuz muncul sebagai salah satu artis bakal calon Wakil Bupati Karawang, Jawa Barat.

Nama Adly Fairuz diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebelumnya, suami dari Angbeen Rishi ini menyalonkan sebagai anggota DPR RI pada Pemilihan Legiatif 2019, namun gagal.

2. Sahrul Gunawan

Lama tak terdengar, artis Sahrul Gunawan muncul dengan kabarnya ingin ikut dalam Pilkada tahun 2020 ini.

Bintang Jin dan Jun ini kabarnya mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bandung pada Pilkada 2020.

Pesinetron ini pun ditunjuk jadi calon wakil bupati Kabupaten Bandung dari Partai Nasdem.

3. Aldy Taher

Gak mau kalah, pesinetron sekaligus mantan suami Dewi Persik, Aldy Taher juga menyalonkan diri pada Pilkada 2020. Aldi Taher akan maju pada Pilkada Sulawesi Tengah bersama Rusli Baco Daeng Palabbi.

Bintang sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah itu akan maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan didukung empat partai politik, yakni Perindo, Golkar, PPP, dan PAN.

4. Lucky Hakim

Artis Lucky Hakim juga dikabarkan akan merayakan Pemilihan Kepada Daerah tahun 2020. Ia digadang-gadang menyalonkan sebagai bakal Calon Wakil Bupati Indramayu.

Pesinetron itu akan berpasangan dengan Nina Agustin Da’i Bachtiar, putri mantan Kapolri Da’i Bachtiar. Pasangan ini kabarnya mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan, Gerindra dan Nasdem.

5. Iyeth Bustami

Terakhir, gak cuma para pesinetron aja yang terjun ke dunia politik meramaikan Pilkada 2020, pedangdut sekelas Iyeth Bustami pun turut mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Kabarnya, penyanyi bersuara emas ini akan disandingkan dengan Kaderismanton dan diusung oleh PDIP dan PKB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini