Sampaikan Taklimat: Presiden Prabowo Subianto Dorong Swasembada Pangan dan Energi

Baca Juga

Mata Indonesia, Bogor — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat arah besar pembangunan nasional dengan menekankan strategi transformasi bangsa untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat. Dalam paparannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (02/02), Presiden menegaskan bahwa tujuan utama memastikan rakyat hidup layak dan sejahtera.

“Kita tidak bermimpi untuk menjadi high income country. Kita tidak bermimpi kita mau hidup seperti Norwegia atau Kanada. Kita hanya mau supaya semua rakyat kita hidup, kualitas hidupnya baik. Artinya, makan harus cukup sehat, kesehatannya harus dijamin, anak-anaknya harus sekolah dengan baik. Dia punya penghasilan yang cukup,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan, strategi transformasi tersebut dijalankan melalui delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, serta program hasil terbaik cepat. Dari keseluruhan agenda itu, swasembada pangan dan swasembada energi ditempatkan sebagai pilar utama kemandirian nasional.

“Kalau bisa saya ringkas, lebih sederhana, yaitu fondasi pertama kita, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus swasembada pangan. Swasembada pangan, tidak ada alternatif. Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan sehingga pangan bisa dinikmati oleh seluruh rakyat kita. Swasembada pangan adalah syarat, itu adalah pilar yang utama dari strategi,” imbuhnya.

Selain pangan, Presiden menekankan pentingnya kemandirian energi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah, kata dia, terus mendorong optimalisasi sumber daya dalam negeri agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan luar.

“Swasembada energi, harus! Nanti ada kelompok, apa bisa? Bisa! Kita sudah hitung, tapi kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa,” tegas Presiden.

Menurut Prabowo, swasembada pangan dan energi juga menjadi kunci untuk membalik arus ekonomi agar manfaatnya lebih banyak dirasakan rakyat, terutama di daerah.

“Swasembada energi, swasembada pangan, baru kita harus mengubah aliran uang yang dari desa ke kota, ke ibu kota dan ke luar negeri. Kita harus hentikan dan membalikkan antara lain dengan Makan Bergizi Gratis. Anak-anak kita harus makan cukup,” lanjutnya.

Dalam arahannya tersebut, Presiden juga menyinggung potensi besar Indonesia di sektor bioenergi, khususnya kelapa sawit. Ia menilai sawit tidak hanya berfungsi sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai bahan baku energi strategis.

“Biodiesel bebas dari ketergantungan luar. Kelapa sawit tidak hanya untuk minyak goreng,” ujarnya menambahkan.

Presiden bahkan menyoroti peluang pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku energi hingga avtur.

“Jelantah bisa jadi bahan avtur,” katanya, sembari menegaskan prinsip utama kebijakan energi nasional.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya dalam negeri harus diprioritaskan untuk kepentingan nasional.

“Kepentingan rakyat Indonesia dulu,” tegasnya.

Melalui taklimat tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi adalah fondasi kemerdekaan ekonomi dan syarat utama agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri di tengah dinamika global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Tegaskan Politik Non-Blok Demi Lindungi Rakyat dari Ancaman Global

Mata Indonesia, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia menjalankan politik luar negeri non-blok sekaligus memperkuat kemandirian nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini