Saling Sindir, Sekjen PDIP Pertanyakan Anies Undang Tukang Bakso

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saling sindir antar politisi semakin ramai. Setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan gurauan  agar Puan Maharani tidak mencari pasangan seperti tukang bakso, saat pidato pembukaan mukernas, tiba-tiba saja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundang tukang bakso ke Balai Kota DKI, Jumat 24 Juni 2022 malam.

Anies mengadakan acara Malam Ramah Tamah Jakarta E-Prix 2022, salah satunya mengundang pelaku UMKM, termasuk penjual bakso.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto merasa heran dengan tindakan Anies. Hasto pun mempertanyakan Anies mengapa baru sekarang mengundang tukang bakso ke Balai Kota DKI. Padahal, Anies sudah menjadi gubernur DKI Jakarta sejak 16 Oktober 2017. ”Ya seinget saya Pak Anies itu jadi gubernur sudah sejak tahun 2018 (2017, red). Jadi kenapa baru sekarang bertemu dengan para tukang bakso?” katanya, Sabtu 25 Juni 2022.

Hasto menuding, Anies telah mempertontonkan politik yang tidak peduli rakyat kecil. Pasalnya, setelah memasuki masa jabatan lima tahun, Anies baru mengundang pedagang bakso ke Balai Kota DKI. ”Jadi itulah sebagai contoh ketika politik tidak mengakar sehingga terlambat bertemu dengan rakyat kecil,” katanya.

Dalam pembukaan Rakernas II PDIP lalu Megawati dalam pidatonya sempat menyinggung soal tukang bakso. Ketika itu Megawati sempat bergurau tidak mau punya menantu seperti tukang bakso. ”Jadi ketika saya mau punya mantu, saya sudah bilang ke anak-anak yang tiga ini. Awas lho kalau nyarinya kayak tukang bakso,” ujar Megawati, Selasa 21 Juni 2022.

“Jadi maaf, tapi bukannya saya apa. Maksud saya, manusia Indonesia ini kan Bhinneka Tunggal Ika. Ya maka harus berpadu. Bukan hanya tubuh dan perasaan, tetapi juga dari rekayasa genetika. Kita cari-cari begitu,” ucap Megawati. Cuplikan video itu pun viral, dan Megawati banyak mendapatkan kecaman di media sosial.

Yang menarik, di penutupan Rakernas, Megawati bersama kedua anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani sempat berfoto di depan gerobak bakso yang berjajar di depan Kantin Mustika Rasa yang terletak di salah satu sudut Sekolah PDIP. Setelah berfoto, Megawati duduk menikmati bakso.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini