Sah! Jakarta Tuan Rumah Formula E Tahun 2020

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah dalam ajang balapan Formula E yang digelar pada 6 Juni 2020. Selain Jakarta, Seoul (Korea Selatan) dan London (Inggris) akan masuk dalam kalender balapan Formula E musim depan.

Balapan tersebut diikuti oleh 24 pebalap, termasuk pebalap yang mengendarai produsen mobil top seperti Mercedes-Benz dan Porsche. “Indonesia memiliki kedekatan dengan dunia balap-jadi tuan rumah balapan dan di masa lalu dan memunculkan para pebalap,” ujar Co-founder & Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo.

“Selain itu, Indonesia juga pasar yang berkembang untuk kendaraan listrik. Formula E ingin berperan dalam perubahan positif itu.”

Sebelumnya jumlah anggaran yang sudah diusulkan untuk perhelatan Formula E ialah sekitar Rp 1,3 triliun. Angka ini terdiri sekitar Rp 360 miliar untuk pembayaran commitment fee dan angka sekitar Rp 934 miliar untuk biaya penyelenggaraan.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini