Rencana AS Dirikan Rumah Sakit di Gaza Ditolak Keras Presiden Palestina

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Rencana AS membuka rumah sakit di Jalur Gaza sepertinya tak akan mulus. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak keras rencana tersebut, yang menurutnya hanyalah bagian dari upaya Donald Trump untuk menyusun kesepakatan damai antara negaranya dengan penjajah Israel.

“Lihat, langkah itu sedang diwujudkan AS satu per satu,” kata Abbas, seperti dikutip dari kantor berita pemerintah Turki, Anadolu Agency, Minggu 8 Desember 2019.

Sebelumnya, melalui dana LSM Friend Ships, pemerintah AS menawarkan pembangunan rumah sakit di wilayah Jalur Gaza bagian utara, yang berbatasan langsung dengan Israel.

House of Representative AS juga menerbitkan resolusi tak mengikat yang mendukung solusi Israel-Palestina, pada Jumat 6 Desember 2019 lalu. Resolusi dikeluarkan dengan perolehan suara 226 berbanding 188.

Dalam resolusi itu disebutkan hanya solusi dua negara yang dapat memenuhi keinginan kedua negara. Dalam hal ini, Israel berdiri sebagai negara Yahudi dan Palestina memiliki kedaulatan atas negaranya sendiri.

 

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini