Ratu Penipu Hollywood asal Indonesia Ditangkap di Inggris

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Tersangka penipuan yang menyamar sebagai perempuan tenar Hollywood untuk memperdaya calon bintang ratusan ribu USD berhasil ditangkap kepolisian Manchester Inggris, pada Kamis (26/11).

Dijuluki sebagai “Ratu Penipu Hollywood,” tersangka masuk dalam daftar orang paling dicari. Penangkapan ini sekaligus mengakhiri penyelidikan panjang FBI dan detektif swasta dari K2 Integrity, perusahaan keamanan korporasi yang berbasis di New York, AS.

Menariknya, meski dijuluki sebagai “Ratu Penipu Hollywood” atau “Con Queen of Hollywood,” tersangka ternyata merupakan seorang pria berusia 41 tahun bernama Hargobind Tahilramani asal Indonesia!

“Terdakwa telah ditangkap di Inggris berdasarkan permintaan penangkapan sementara yang diajukan oleh Amerika Serikat dengan maksud mengekstradisinya,” kata juru bicara FBI di San Diego, California, melansir The Guardian, Jumat, 4 Desember 2020.

Di antara tokoh-tokoh penting Hollywood, Tahilramani diketahui meniru mantan ketua Sony, Amy Pascal, Produser Star Wars, Kathleen Kennedy, dan mantan bos Paramount, Sherry Lansing.

Selain nama-nama di atas,Tahilramani diduga turut berpura-pura menjadi mantan istri Rupert Murdoch, Wendi Deng. Untuk meyakinkan para korban, Tahilramani akan menggunakan aksen palsu dan mengubah suaranya agar terdengar seperti seorang perempuan sungguhan.

Para korban didekati dan diiming-iming tawaran pekerjaan showbiz yang mengiurkan. Mereka kemudian diinstruksikan untuk melakukan perjalanan ke Indonesia untuk tugas-tugas, termasuk pencarian lokasi, penelitian, dan penyusunan skenario. Fakta ini terungkap berdasarkan dokumen pengadilan yang diajukan di California.

Pada saat kedatangan, mereka harus menyerahkan tanda pembayaran tunai untuk layanan logistik seperti mengemudi dan janji pertemuan. Tanda itu lantas dijanjikan akan diganti. Namun, hingga akhir proyek tidak pernah terwujud dan uang pun raib.

Tahilramani bahkan tak segan mengancam para korbannya apabila mereka mengeluh atau menyatakan keraguan. Sebagai catatan, bisnis haram ini dijalani Tahilramani sejak awal 2013 dan terus berlanjut.

Menurut Hollywood Reporter, Tahilramani ditangkap polisi Manchester dengan bantuan penyelidik swasta, yakni K2 Integrity. Dalam sebuah pernyataan, Jules Kroll mengatakan K2 telah membantu pemerintah AS, Inggris, dan Indonesia dalam “membawa individu yang dikenal sebagai ‘Ratu Penipu Hollywood’ ke pengadilan.”

Tahilramani juga dikenal sebagai Gobind Lal Tahil. Setidaknya ada delapan dakwaan federal termasuk penipuan lewat internet, konspirasi untuk melakukan penipuan di internet dan pencurian identitas. Tahun lalu, K2 mengeluarkan pernyataan bahwa sang “Ratu Penipu” adalah seorang laki-laki.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yang selama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusiaIndonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman....
- Advertisement -

Baca berita yang ini