Raih Medali Emas, Ni Nengah Widiasih Pecahkan Rekor Asean Para Games

Baca Juga

MATA INDONESIA, SOLO – Ni Nengah Widiasih mempersembahkan emas di Para Angkat Berat yang sekaligus pecahkan rekor baru di Asean Para Games.

Keberhasilan mempertahankan medali emas di ajang Asean Para Games Solo 2022 ini dipersembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan.

“Yang pasti senang banget, bersyukur sekali kembali bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dan sangat berterima kasih sekali untuk dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

“Tentu ini tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Indonesia sehingga saya dan lifter Indonesia bisa mendulang emas di hari pertama, jadi sangat-sangat bersyukur sekali,” ujarnya.

Ni Nengah berhasil memwujudkan ambisinya memecahkan rekor Asean Para Games atas nama dirinya sendiri. Pada APG 2017 yang baru pertama turun di Kelas 45Kg langsung menyabet emas dan mengukir rekor angkatan 96Kg.

“2017 iya rekor sendiri. Dan sekarang bisa meningkat di 97Kg,” ucpanya.

Sebenarnya dia masih berusaha untuk mengangkat lebih berat lagi, tapi gagal. Kegagalan di angkatan kedua dan ketiga di 99Kg menjadikan pemacu dirinya guna berlatih lebih keras lagi demi mengukir rekor-rekor barunya.

“Berarti setelah ini saya harus memperbaikinya lagi dalam latihan supaya di next pertandingan saya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini