Puja-Puji Pelatih Bayern untuk Musiala yang Berusia 17 Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, ROMA – Pemain berusia 17 tahun, Jamal Musiala dipercaya Hansi-Flick main sejak menit awal ketika Bayern Muenchen menghantam Lazio 4-1. Musiala membalas kepercayaan Flick dengan menyumbang satu gol.

Berlaga di Stadion Olimpico, Rabu 23 Februari 2021 dini hari WIB pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, empat gol kemenangan Bayern dicetak Robert Lewandowski, Jamal Musiala, Leroy Sane, dan bunuh diri Francesco Acerbi. Sementara gol tunggal Lazio dicetak Joaquin Correa.

Musiala menjadi pilihan utama Flick mengisi posisi gelandang serang menggantikan Thomas Muller yang positif Covid-19. Selain itu, absennya Serge Gnabry dan Corentin Tolisso karena cedera juga memperbesar kans Musiala bermain sejak menit awal.

Tak sia-sia, keputusan Flick memainkan Musiala dibayar tuntas dengan sumbangan satu gol ke gawang Lazio. Tendangan keras yang dilepaskannya tak mampu dibendung kiper Lazio, Pepe Reina.

“Kami semua sangat senang karena Jamal bermain baik dan mencetak gol. Dia melakukan tugasnya dengan baik. Jamal sangat nyaman saat menguasai bola. Dia juga pandai mencari ruang,” ujar Flick, di laman resmi klub, Rabu 23 Februari 2021.

“Tentu saja gol yang dicetaknya membuat kami bahagia, jadi kami sangat puas. Salah satu alasan mengapa dia dimainkan sejak menit awal karena kami butuh pemain yang bisa menguasai bola dan memberikan umpan-umpan terukur. Dia melakukannya dengan bagus,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini