Program Kartu Prakerja Tingkatkan Kompetensi dan Produktivitas Angkatan Kerja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Program Kartu Prakerja bertujuan memulihkan perekonomian dengan meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Lewat kartu prakerja tersebut, bisa meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja. “Serta mendorong kewirausahaan,” kata Menko Airlangga.

Melalui digitalisasi, Kartu Prakerja menjangkau lebih banyak penerima manfaat dari berbagai daerah dan telah dimanfaatkan oleh lebih dari 11,4 juta penduduk di 514 kabupaten atau kota selama 2020 hingga 2021.

Sementara itu, sepanjang 2020 hingga 2021, total penerima Kartu Prakerja di Pulau Nias mencapai 29.546 penerima dengan total dana tersalurkan mencapai Rp71,2 miliar yang tersebar di 5 kabupaten atau kota.

Sementara itu, dalam skala provinsi dan di kurun waktu yang sama, penerima Kartu Prakerja di Sumatera Utara tercatat mencapai 453.779 dengan dana tersalurkan sebesar Rp1,1 triliun.

Dengan berbagai pilihan pelatihan yang ditawarkan, penerima Kartu Prakerja di Pulau Nias cenderung tertarik pada kategori penjualan dan pemasaran, gaya hidup, manajemen, serta makanan dan minuman.

Dengan capaian penyaluran tersebut, evaluasi dan penelitian terus dilakukan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

Menurut hasil evaluasi yang telah dilakukan sejauh ini, pelaksanaan Kartu Prakerja di Pulau Nias berdampak positif dengan meningkatkan kebekerjaan dan kewirausahaan para penerimanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini