Presiden Palestina Mahmoud Abbas Ancam Pidanakan Israel

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – Kesal dengan sikap Israel, Presiden Otoritas Palestina (PA), Mahmoud Abbas, mengancam akan mengajukan tuntutan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Hal ini karena Israel tidak menarik diri dari Yerussalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza hingga tahun depan.

Pernyataan Mahmoud Abbas diucapkannya dalam sebuah pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat 24 September 2021. Abbas mengatakan bahwa pemerintah Israel selalu menghindari penyelesaian masalah berdasarkan prinsip solusi dua negara. Sebaliknya, Israel justru bersikeras melakukan pendudukan dan kontrol militer atas rakyat Palestina.

”Jika otoritas pendudukan Israel terus berlangsung akan terbentuk satu negara apartheid seperti yang terjadi saat ini. Rakyat Palestina dan seluruh dunia tidak akan mentolerir situasi seperti itu,” kata Abbas, dikutip dari Al Jazeera.

Abbas, yang kini berusia 85 tahun, mengaku siap bekerja sepanjang tahun untuk menyelesaikan perselisihan Israel-Palestina sesuai dengan resolusi PBB. ”Jika ini (solusi dua negara) tidak tercapai, mengapa mempertahankan pengakuan Israel berdasarkan perbatasan tahun 1967?” ujar Abbas.

Israel secara ilegal mencaplok kawasan Yerusalem Timur pada 1967 dan mendeklarasikannya sebagai ibu kota. Sementara, Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota pada negara yang meliputi Tepi Barat dan Gaza.

Abbas juga mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menggelar konferensi perdamaian internasional. ”Kita harus menyatakan bahwa Israel memiliki waktu satu tahun untuk menarik diri dari wilayah Palestina termasuk Yerusalem Timur,” katanya.

Middle East Eye melaporkan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett akan menyampaikan pidatonya di PBB pada Senin, 27 September 2021. Selama ini, Bennett mengesampingkan pembentukan negara Palestina dan berjanji akan memperluas pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan.

Pembicaraan antara Israel dan Palestina gagal pada 2014. Situasinya semakin buruk ketika mantan Presiden AS Donald Trump berhasil mengajak negara-negara Arab untuk mencapai kesepakatan normalisasi dengan Israel.

Awal pekan ini, di forum PBB juga, Presiden AS Joe Biden menegaskan dukungannya kepada Israel. Namun, dia juga menyampaikan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk menyudahi krisis Israel-Palestina yang tak kunjung usai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara Demi Wujudkan Pilkada 2024 Berintegritas

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan aspek krusial dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sebagai pelayan publik, ASN memiliki...
- Advertisement -

Baca berita yang ini