Presiden Ikut Berduka untuk Khabib Nurmagomedov

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Tiba-tiba saja, telepon Khabib Nurmagomedov berdering. Rupanya panggilan mengejutkan itu datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sang presiden rupanya ikut menyampaikan rasa dukan atas meninggalnya ayah Khabib, Abdulmanap Nurmagomedov yang terjangkit Covid-19 dan penyakit komplikasi lainnya.

Abdulmanap meninggal pada usia 57 tahun, setelah dirawat sejak April 2020 lalu di Dagestan, Rusia, kampung halaman Khabib, lalu dipindahkan ke Moskow.

”Lewat sambungan telepon, Presiden Putin menyampaikan belasungkawa dan rasa dukacita yang mendalam kepada Khabib atas kepergian sang ayah,” kata juru bicara kantor kepresidenan Rusia, Dmtry Peskov, seperti dikutip dari MMA Weekly, Senin 6 Juli 2020.

Baik ayah maupun anak sama-sama seorang petarung. Abdulmanap semasa mudanya adalah jawara olahraga khas Rusia, Sambo.

Abdulmanap bukan hanya menciptakan Khabib sebagai seorang juara UFC, ia juga turut menjadi guru bagi petarung hebat lainnya, seperti Islam Makachev, Umar Nurmagomedov, dan Shamil Zavurov.

Secara khusus, kedekatan Putin dengan Khabib dan Abdulmanap memang sudah terjalin sejak 2018 silam.

Pada saat itu, Putin secara khusus mengundang Khabib dan Abdulmanap Nurmagomedov ke Moskow setelah keberhasilan Khabib mengalahkan Conor McGregor di perebutan gelar juara kelas ringan UFC.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini