Posisi Militer Terkuat di Dunia Masih Dipegang AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berdasarkan Military Strength Ranking 2020 dari Global Fire Power, posisi militer terkuat di dunia saat ini dipegang oleh Amerika diatas kedua negara superpower lainnya yaitu Rusia dan Cina.

Jumlah personel militer Amerika Serikat saat ini mencapai 2.260.0000 pasukan. Dengan rincian, sekitar 1,4 juta pasukan merupakan personel aktif dan 860 ribu pasukan cadangan.

Total kekuatan Angkatan Udara AS dengan 13.264 aset saat ini membuat negara itu menduduki peringkat satu dunia. Dengan rincian: 2.085 pesawat tempur, 715 pesawat serbu, 945 pesawat angkut, 2.642 pesawat tempur latih, 742 pesawat misi khusus, 5.768 helikopter dan 967 helikopter serang.

Sementara, Angkatan Laut AS memiliki 490 total aset yang mencakup 20 kapal induk, 90, kapal penghancur, 19 korvet, 66 kapal selam, 13 kapal patrol dan 11 mine warfare. Sedangkan Angkatan Darat AS mempunyai 6.289 tank, 39.253 kendaraan tempur lapis baja, 1.465 artileri swagerak, 2.740 artileri medan, dan 1.366 proyektor roket.

AS memiliki cukup banyak misil, yang paling kuat ialah jenis Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) Titan II dengan hulu ledak 9 megaton nuklir dan mampu menjangkau 15.000 km. Misil ini sudah beroperasi sejak perang dingin tahun 1963 yang digunakan untuk menghalangi Uni Soviet.

Ada juga ICBM jenis Snark dan Titan 1 yang sama-sama memiliki hulu ledak hampir 4 megaton nuklir dan jangkauan sampai 10.000 km. Namun, di antara ketiga itu, ada misil yang sudah usang dan sudah tidak beroperasi.

Misil yang sampai saat ini masih beroperasi di antaranya:

  • Submarine launched ballistic missile (SLBM) Trident D-5 yang memiliki hulu ledak sampai dengan 475 kiloton dengan jangkauan maksimum 12 ribu km.
  • ICBM Minuteman III dengan hulu ledak 300 kiloton dan jangkauan 13 ribu km.
  • Cruise missile JASSM dengan hulu ledak 450 kg WDU-4 dan jangkauan maksiman 1000 km.
  • Subsonic cruise missile AGM-86 yang memiliki hulu ledak 200 kiloton dan jangkauan maksimal 2.500 km.
  • Short range ballistic missile ATACMS dengan jangkauan maksimal 300 km dan hulu ledak 300-950 submunition.

Dilansir dari Breaking Defense, Kementrian Pertahanan AS membutuhkan ratusan alutsista hipersonik tersebut secepatnya.

Pentagon melalui pejabat tingginya Mark Lewis dan Mike Griffin mengatakan bahwa AS berencana akan mengembangkan empat tipe misil hipersonik, namun program yang sedang dijalankan baru tiga.

Empat tipe misil hipersonik yang akan dikembangkan tersebut di antaranya:

  • Tipe Hypersonic Conventional Strike Weapon (HCSW) atau Alutsista konvesional hipersonik.
  • Long Range Hypersonic Weapon (LRHW) alutsista hipersonik jarak jauh.
  • Hypersonic Air-breathing Weapons Concept (HAWC).
  • Hypersonic Strike Weapon-air breathing (HSW-ab) atau alutsista hypersonic dengan tenaga air-breathing.

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga berencana membeli 8 buah F-15EX senilai 1,1 miliar dolar AS. Pesawat tempur generasi ke empat ini merupakan produk terbaru dari Industri pesawat AS, Boeing.

Teknologi baru dari F-15EX ialah radar yang lebih canggih dan tidak dimiliki oleh pesawat tempur dari negara lain. Dilengkapi dengan Eagle Passive Active Warning Survivability System (EPAWSS) yaitu semacam fitur elektronik yang mampu mengidentifikasi ancaman serangan.

Selain itu, dibandingkan dengan seri F-35 yang hanya mampu menampung muatan 5.700 pound (2.585 kg), F-15EX dapat menampung muatan sampai dengan 30.000 pound (13.607 kg), demikian dikutip dari Military.

Dilansir dari National Interest, tank terbaru buatan General Dynamic M-1A2C Abrams mulai dioperasikan pada tahun 2020. Sebelumnya, Kongres Amerika Serikat pada tahun 2019 telah menggelontorkan 1,5 miliar dolar untuk membeli 135 tank ini dari perusahaan konglomerat di bidang pertahanan tersebut. Tank ini dilengkapi dengan proteksi aktif dan pasif yang mampu terlindung dari serangan musuh. Di sisi lain, juga diperkuat dengan lempengan baja di depan turetnya.

Februari 2020 lalu, Donald Trump menganggarkan 705.4 miliar dolar AS untuk Kementerian Pertahanan pada tahun 2021. Fokus pengeluaran anggaran tersebut akan sama dengan tahun 2020 yaitu untuk melanjutkan peningkatan kesiapan militer dan investasi dalam modernisasi kekuatan yang lebih mematikan.

Reporter: Muhammad Raja A.P.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Pentingnya Kolaborasi Pentahelix untuk Desa

Oleh : Nancy Dora Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi salah satu agenda strategis pemerintahdalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnyaanak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga memiliki dampak yang jauh lebih luas terhadappembangunan ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kelembagaan lokal. Karena itu, keberhasilan MBG tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatanpentahelix.Konsep pentahelix menempatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakatsebagai unsur utama yang saling bersinergi dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Dalam konteks MBG, pendekatan tersebut menjadi sangat relevan mengingat cakupan program yang besar, melibatkan jutaan penerima manfaat dan ribuan desa di seluruh Indonesia. Pelaksanaan yang efektif memerlukan dukungan lintas sektor agar manfaat yang dihasilkan dapatdirasakan secara merata.Dukungan sepuluh asosiasi desa terhadap program MBG dan Koperasi Desa Merah Putihmenunjukkan bahwa pemerintah desa memandang program tersebut sebagai peluang besar bagipeningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan desa bukan hanya sebagai lokasipelaksanaan program, melainkan sebagai pelaku utama yang menjalankan rantai ekonomi di tingkat lokal. Desa dapat menjadi produsen bahan pangan, pengelola distribusi, hingga penyediatenaga kerja yang dibutuhkan dalam operasional program.Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa MBG berpotensi melahirkan berbagai desa tematik berdasarkan komoditas unggulan lokal seperti desajagung, desa melon, desa beras, desa ikan nila, hingga sentra peternakan ayam petelur. Menurutnya, keterlibatan Badan Usaha Milik Desa sebagai mitra Badan Gizi Nasional akanmemperkuat ekonomi lokal dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di pedesaan.Konsep desa tematik tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong kemandirianekonomi desa. Selama ini, banyak desa hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah dengannilai tambah yang terbatas. Melalui MBG, komoditas lokal memperoleh pasar yang jelas danberkelanjutan sehingga petani, peternak, dan pelaku usaha desa memperoleh kepastian usaha. Kondisi tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar sekaligus meningkatkanpendapatan masyarakat.Selain itu, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di desa juga memberikan dampak sosialyang signifikan. Setiap unit pelayanan diperkirakan mampu menyerap puluhan tenaga kerjalokal. Kesempatan kerja tersebut sangat penting dalam mengurangi pengangguran di pedesaan, terutama bagi generasi muda yang selama ini cenderung berpindah ke kota karena terbatasnyalapangan pekerjaan di daerah asal.Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menilai bahwa program MBG memiliki dampak pengganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, dana yang mengalir ke daerah akan mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan aktivitasekonomi baru di tingkat akar rumput. Ia juga optimistis bahwa pelaksanaan program akansemakin baik dalam enam bulan hingga satu tahun mendatang seiring dengan berbagaipenyempurnaan yang dilakukan pemerintah.Pandangan tersebut menunjukkan bahwa MBG bukan semata program bantuan sosial, melainkaninstrumen pembangunan ekonomi yang memiliki efek berantai. Ketika anggaran pemerintahmasuk ke desa melalui pembelian bahan pangan, pembayaran tenaga kerja, dan operasionallayanan gizi, maka daya beli masyarakat meningkat. Aktivitas ekonomi desa pun bergerak lebihdinamis.Namun demikian, pelaksanaan program berskala besar tentu tidak terlepas dari berbagaitantangan. Distribusi, kesiapan sumber daya manusia, kualitas pelayanan, pengawasan, danefisiensi anggaran menjadi sejumlah aspek yang harus terus diperbaiki. Kritik dan masukan yang konstruktif perlu dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan, bukan sebagaialasan untuk menghentikan program yang memiliki tujuan mulia.Di sinilah pentingnya kolaborasi pentahelix. Pemerintah bertugas menyusun regulasi danmemastikan keberlanjutan program. Akademisi dapat memberikan kajian dan evaluasi berbasisdata. Dunia usaha mendukung rantai pasok dan investasi. Media berperan menyebarkaninformasi yang objektif dan edukatif. Sementara masyarakat menjadi pelaksana sekaliguspengawas di tingkat akar rumput.Media massa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi mengenai MBG. Penyampaian informasi yang berimbang dapat mencegah munculnya disinformasi danmemperkuat kepercayaan publik terhadap program. Di sisi lain, media juga dapat menjadisaluran aspirasi masyarakat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dandiperbaiki.Ke depan, keberhasilan MBG akan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen bangsadalam menjaga semangat gotong royong dan kolaborasi. Desa harus ditempatkan sebagai pusatpembangunan yang mampu menghasilkan pangan, menciptakan lapangan kerja, danmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan pentahelix menjadi fondasi penting agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan manfaatnyata.MBG pada akhirnya merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Program inimembangun generasi yang sehat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa. Dengandukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini