Polisi Sita MXE, Narkoba Jenis Baru Siap Edar di Indonesia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Sembilan ribu butir MXE yang merupakan narkotika jenis baru berhasil diamankan oleh jajaran Polda Metro Jaya dari ST dan SS pengedar sabu jaringan Malaysia-Pontianak-Jakarta.

Awalnya, saat ditangkap tersangka ST bawa sabu seberat 250 gram yang akan dijual ke SS. Setelah dikembangkan dan mengeledah apartemen dia. Ditemukan beberapa narkotika.

“Kita temukan 9.000 butir MXE ini golongan satu, ini jenis baru, baru kali ini beredar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 25 Februari 2019.

Sebanyak 9.000 butir narkotika golongan satu bernama Metoksetamina (MXE) itu ditemukan di apartemen milik tersangka ST saat digeledah. Tersangka ST belum sempat mengedarkan MXE itu dan kepada polisi ST mengaku mendapatkan barang itu dari DPO R yang berada di Pontianak. “Narkotika MXE ini belum sempat dijual,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvjin Simanjuntak menyebut narkotika ini sempat diedarkan di Jakarta oleh ST untuk pertama kalinya. Namun pelanggan ST mengembalikan narkotika itu karena merasa narkotika itu tidak sesuai pesanan.

“Awalnya yang didistribusi ekstasi. Jadi untuk mengembalikanya karena tidak sesuai pesanan ini ingin diretur. Kemudian kita uji ini kandunganya bukan ekstasi tapi MXE golongan satu,” katanya.

Calvjin mengatakan tersangka ST menjual MXE itu dengan harga bervariasi. Biasanya ST menjual MXE per butir seharga Rp 400-500 ribu.

MXE itu berbentuk tablet segitiga berwana coklat. Polisi menyebut MXE itu memiliki efek membuat perasaan bahagia, tenang, berhalusinasi kepada para penggunanya. Namun efek buruknya yaitu kesulitan berbicara, merasa bingung, mual hingga ada perasaan ingin bunuh diri.

Kepada polisi, ST mengaku sudah satu tahun menjual narkotika jenis sabu dari jaringan Malaysia-Pontianak-Jakarta. Tidak puas mengedarkan sabu, ST ingin mencoba mengedarkan MXE namun berhasil digagalkan oleh polisi.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini