PKB Dorong Hasbiallah Ilyas Maju di Pilkada DKI Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong kader internalnya Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas untuk maju di Pilkada DKI Jakarta.

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengtakan Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas memiliki potensi untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

“PKB Jakarta punya Pak Hasbi, kita doakan Pak Hasbi dilantik jadi kepala daerah,” katanya, Minggu 12 September 2021.

Jazilul berharap PKB mampu meraup 10 kursi DPRD DKI Jakarta dan 3 kursi DPR RI di Jakarta.

“Mari kita kerahkan semua potensi, otot, otak dan logistik kita untuk raih kemenangan PKB di Jakarta 2024 mendatang,” katanya.

Dia mengatakan, kemenangan di eksekutif dan legislatif harus diraih PKB di ibu kota.

“Kemenangan dua sisi harus diraih. PKB Jakarta jangan lagi jadi pendorong, tapi harus mampu mengantarkan kader internal maju dan menang pada Pilkada di Jakarta,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya meminta jajaran DPW PKB DKI Jakarta optimis menang di Pemilu 2024 mendatang.

Sementara itu, Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pencalegan di pemilu sebelumnya.

“Banyak kesalahan strategi yang harus kita akui di pemilu sebelumnya. Ke depan jangan lagi kita ulang. PKB Jakarta harus lebih baik,” katanya.

Pihaknya akan melakukan proses pencalegan secara terbuka dengan memberikan peluang bagi para bakal calon legislator potensial untuk mendaftar di PKB.

“Tidak hanya kalangan internal, tapi kita buka untuk kalangan eksternal yang ingin bersama membesarkan PKB,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini