Piala Menpora Tak Terpengaruh Batalnya Uji Coba Timnas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan, batalnya laga uji coba timnas Indonesia takkan berpengaruh pada penyelenggaraan Piala Menpora 2021.

Uji coba timnas Indonesia melawan Tira Persikabo yang sejatinya digelar pada Rabu 3 Maret 2021 malam di Stadion Madya, Senayan, batal dilaksanakan karena izin dari Mabes Polri belum keluar.

Meski sempat dibatalkan karena tidak mengantongi izin keramaian dari Kepolisian, namun laga uji coba ini akan digelar kembali pada 5 dan 7 Maret mendatang. Timnas U-22 dijadwalkan melakoni dua pertandingan yaitu melawan Tira Persikabo dan Bali United.

Sebelumnya Sejumlah petinggi PSSI menemui Menpora, Kamis 4 Maret 2021, untuk melaporkan sejumlah hal, salah satunya terkait rencana pertandingan Timnas Indonesia melawan Tira Persikabo dan Bali United.

di antaranya Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi, Waketum PSSI Iwan Budianto, Deputi Sekjen Desi Afrianto, Asisten Pelatih Timnas Indonesia Nova Arianto dan Ketua Panitia Pelaksana Laga uji coba Timnas Albinus Lauren Langga.

“Sempat juga ada kekhawatiran apakah dengan tidak jadinya yang semalam (Timnas vs Persikabo) akan berpengaruh terhadap Piala Menpora. Saya nyatakan tidak (terpengaruh),” ujar Amali, di laman resmi Kemenpora.

Piala Menpora 2021 akan digelar 21 Maret hingga 25 April di empat kota, Bandung, Solo, Malang, dan Sleman. Ada 18 klub Liga 1 yang ikut dan memperebutkan total hadiah 4,65 miliar Rupiah.

Tak hanya untuk juara hingga peringkat empat, setiap tim yang bertanding di Piala Menpora juga mendapatkan uang tunai total 250 juta Rupiah. Rinciannya adalah, 150 juta Rupiah untuk kemenangan, 100 juta Rupiah bagi yang kalah, dan 125 juta Rupiah jika imbang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini