Piala AFF U-19: Hajar Brunei 7-0, Penampilan Indonesia Makin Membaik

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEKASI – Timnas Indonesia U-19 meraih kemenangan telak 7-0 lawan Brunei Darussalam di laga kedua Grup A Piala AFF U-19. Penampilan skuat Garuda Nusantara makin membaik.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin 4 Juli 2022 malam WIB, Hokky Caraka menjadi bintang dengan mengemas empat gol. Tiga gol lain dicetak Ronaldo Kwateh, Arkhan Fikrik, dan Alfriyanto Nico.

Di laga perdana, Indonesia ditahan imbang 0-0 Vietnam. Kemenangan ini menjadi modal bagus untuk laga selanjutnya melawan Thailand, Rabu 6 Juli 2022.

“Permainan makin membaik. Umpan-umpan juga terlihat kian membahayakan gawang lawan. Tetap jaga kondisi agar bisa tampil lebih paten saat menghadapi Thailand,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Pelatih Shin Tae-yong banyak melakukan pergantian pemain agar pemain tidak kelelahan karena jadwal pertandingan mepet. Iriawan bisa memahami keputusan tersebut.

“Bermain dua kali sehari pasti menguras fisik pemain. Jadi bagus ketika kita sudah unggul banyak, kemudian dilakukan pergantian pemain starter,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini