Piala AFF 2020 Diundur ke 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Piala AFF 2020 sejatinya digelar 23 November hingga 31 Desember. Tapi, turnamen sepak bola se-Asia Tenggara itu diundur menjadi tahun 2021. Tuan rumah pun sudah berganti menjadi Vietnam karena kondisi Covid-19 di sana dinilai lebih aman.

Senin 27 Juli 2020, AFF menggelar rapat darurat. Hasil rapat adalah, pagelaran Piala AFF diundur menjadi 2021. Untuk tanggal dan bulannya belum ditentukan. Rencananya AFF akan menggelar rapat lagi membahas hal tersebut.

“Kemarin menanyakan ke Indonesia (Piala AFF) pindah ke Februari atau Maret (2021). Tapi kami sedang persiapan Piala Dunia (U-20 2021) dan dekat dengan Idul Fitri juga (12/13 Mei 2021),” kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, kepada wartawan, Rabu 29 Juli 2020.

“Tanggal baru Piala AFF belum diputuskan kapan, masih akan meeting kapan kira-kira kapan waktu yang pas. Ketika ditawarkan ke Indonesia, dari PSSI bahwa pertama opsi Februari-Maret sudah (dekat) puasa (12-13 April). Kami juga sedang fokus persiapan Piala Dunia,” lanjut Yunus.

“Iya (Piala AFF) batal, tapi kapannya belum. Nanti dipastikan tanggal 30 (Juli) meeting lagi. Mereka masih bicara dengan negara lain. Tunggu saja tanggal 30,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini