Petugas Temukan Puing Diduga Pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Puing-puing dan benda lainnya ditemukan oleh petugas dari Polsek Pulau Laki, Kepulauan Seribu, dibantu warga.

Puing tersebut diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak sejak pukul 14.40 WIB, Sabtu 9 Januari 2021 hari ini.

“Kami temukan sejumlah gulungan kabel, potongan celana jeans, dan logam-logam aluminium di perairan,” kata personel Babinkamtibmas Pulau Laki, Zulkifli, seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Sriwijaya Air bernomor bodi PK-CLC rute Jakarta-Pontianak disebut hilang kontak di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu 9 Januari 2021.

“Hilang kontak di sekitar Tanjung Pasir Pulau Lancang gitu lah,” kata Manajer Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak telah hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB.

Hilang kontak pesawat dengan call sign SJY-182 ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto.

“Saat ini tengah dalam investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan Basarnas dan KNKT,” ujar Novie.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini