Pertama Kali dalam Sejarah, Kota di AS Ini Bakal Punya Masjid

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Pertama kalinya dalam sejarah Kota Waukee, Amerika Serikat, sebuah masjid akan dibangun dengan nama Waukee Islamic Center.

Mengutip laman Des Moines Register, Dewan Kota Wauke sepakat bangunan masjid akan didirikan di pinggrian kota, setelah sebelumnya umat Islam hanya beribadah di sebuah ruang kantor sewaan sejak 2013.

Ruang kantor yang dinamai Masjid Sahabah itu sudah tak lagi mampu menampung umat Muslim yang terus bertambah di Waukee.

Pembangunan masjid akan dilaksanakan pada Agustus 2020 ini, dengan target selesai pada Mei 2021 mendatang di atas lahan seluas 5.500 kaki persegi. Lokasi tepatnya berada di dekat persimpangan West Hickman Road dan South Warrior Lane.

Sementara itu, melalui situs resmi Masjid Sahabah pihak tim membuka galangan dana pembangunan dengan total 250.000 dolar AS atau setara dengan Rp 3,5 miliar.

Saat ini, dana yang terkumpul telah mencapai 16.351 dolar AS. Penggalangan dana pembangunan masjid di Waukee ini pun masih berlanjut hingga 12 hari ke depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini