Peringatan Warga Jakarta, Awas Ada Puting Beliung

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ini peringatan bagi warga Jakarta dan sekitarnya. BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca hari ini, Selasa 11 Agustus 2020 untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

BMKG meminta warga Jakarta waspada terhadap potensi kemungkinan munculnya angin puting beliung di sejumlah wilayah Jakarta. ”Peringatan berpotensi hujan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung di wilayah DKI Jakarta pada 11 Agustus.” Demikian pengumuman BPBD DKI Jakarta.

BPBD DKI juga meminta para camat hingga lurah untuk siaga akan munculnya potensi bencana banjir dan longsor akibat cuaca buruk itu. Selain itu, BPBD DKI juga meminta warga di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan untuk mewaspadai potensi hujan kilat disertai petir. Hujan diprediksi turun pada malam hari.

Sedangkan prakiraan cuaca di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu, diprediksi cerah berawan sepanjang hari. Di Jakarta Barat, diprediksi hujan ringan pada siang dan malam.

BPBD DKI Jakarta menyatakan kondisi cuaca di Jakarta hari ini berkisar 24 derajat sampai 31 derajat celsius. Sementara kelembaban udara malam hari berkisar 65 sampai 95 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini