Peneliti Temukan Tanda Kehidupan di Venus, Alien?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebuah penelitian terbaru, mengungkapkan bahwa ada tanda kehidupan alien di planet venus. Hal itu ditandai dengan adanya gas fosfin di sebuah awan yang berjarak 50 km dari venus yang diyakini sebagai jejak kehidupan.

Melansir BBC, astronom dari Universitas Cardiff di Wales yang juga penulis utama makalah penelitian tersebut, Jane Greaves, mengatakan belum ada yang menemukan jalur abiotik menuju ke fosfin di Venus tersebut.

Dengan kata lain, ada kemungkinan fosfin tersebut berasal dari proses alami sehingga memungkinkan adanya kehidupan.

Meskipun demikian, Greaves masih membuka kemungkinan terkait adanya kekeliruan pada penelitiannya tersebut.

“Saya pikir ini mungkin ada kehidupan, tapi kami benar-benar mendorong peneliti lain untuk mengulas apa yang mungkin kami lewatkan dalam penelitian tersebut. Makalah dan data kami terbuka,” ujar Greaves, dikutip dari BBC.

Hal senada juga diungkapkan ahli astrofisika molekuler Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang juga salah satu penulis makalah tersebut, Clara Sousa-Silva.

Seperti diberitakan Reuters, menurut Sousa-Silva, indikasi bahwa ada kehidupan di Venus harus menjadi indikasi terakhir. Meskipun demikian, dia juga belum punya alasan lain mengenai keberadaan fosfin di Venus selain adanya kehidupan.

“Meskipun terdengar fantastis, untuk saat ini penjelasan yang paling masuk akal mengenai keberadaan fosfin di venus ialah adanya kehidupan. Kalau itu benar, artinya kita (manusia bumi) tidak hidup sendirian,” ujar Sousa-Silva dikutip dari Reuters.

Fosfin sendiri merupakan sebuah molekul yang terdiri dari satu atom fosfor dan tiga atom hidrogen. Meskipun para peneliti tidak menemukan bentuk kehidupan yang dimaksud di Bumi, fosfin sering dikaitkan dengan adanya kehidupan, khususnya di tempat yang minim oksigen seperti rawa.

Untuk meneliti fosfin yang ada di Venus, Greaves dan beberapa timnya menggunakan teleskop James Clerk untuk pengamatan awal di Hawaii. Setelah itu, mereka beralih ke Chili dan menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array untuk memastikan lokasi fosfin tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Akselerasi Hilirisasi sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Oleh: Arga Pratama )* Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai strategi utama dalam mempercepattransformasi ekonomi nasional. Kebijakan ini tidak sekadar mengubah pola eksporbahan mentah menjadi produk bernilai tambah, tetapi dirancang sebagai fondasipenguatan struktur industri dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan 18 proyek hilirisasi kepada pelaku usaha Amerika Serikat dalam forum di US Chamber of Commerce, Washington DC. Presiden menilai percepatan pembangunan industripengolahan menjadi langkah krusial agar Indonesia tidak lagi bergantung pada eksporkomoditas mentah. Menurut Presiden, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari strategi besar untukmendorong nilai tambah sumber daya alam, memperluas lapangan kerja, danmemperkuat fondasi industri nasional. Pemerintah juga menyiapkan proyek pengolahansampah menjadi energi senilai 3 miliar dolar AS sebagai bagian dari integrasi hilirisasidengan agenda ketahanan energi dan pengelolaan lingkungan. Dalam mendukung pembiayaan dan percepatan proyek, pemerintah mengandalkanperan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia sebagai motor investasi. Presiden berpandangan bahwa penguatan industri pengolahan akan menjadi kunciagar Indonesia mampu naik kelas dalam rantai pasok global, sekaligus menarikperusahaan internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategisdi kawasan. Akselerasi hilirisasi juga diperkuat oleh pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk pelabuhan, bandara, dan jalan tol. Langkah ini diarahkan untuk memastikanefisiensi logistik sehingga industri pengolahan dapat tumbuh dengan biaya yang kompetitif dan distribusi yang lancar. Di sektor energi dan mineral, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwapemerintah terus mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secaraterintegrasi. Rantai produksi mencakup pertambangan nikel, smelter, fasilitas HPAL, produksi prekursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai 7 hingga 8 miliar dolar AS. Fasilitas tahap awal berkapasitas 10 gigawatt telah beroperasi sejak 2023 dan akandiperluas dengan tambahan 20 gigawatt. Pemerintah memandang pengembangan inisebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokglobal industri baterai dan kendaraan listrik. Bahlil menekankan bahwa hilirisasi harus memberikan nilai tambah maksimal bagiperekonomian nasional. Ia menilai ekosistem baterai tidak hanya meningkatkan nilaitambah mineral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuatketahanan energi. Pasokan bahan baku nikel akan didukung oleh PT Aneka Tambang Tbk, dengan target kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan negara sesuaiamanat konstitusi. Peran BUMN dalam akselerasi hilirisasi juga terlihat melalui MIND ID sebagai holding industri pertambangan. Sepanjang 2025, realisasi investasi sektor hilirisasi tercatatmencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total investasi nasionalRp1.931,2 triliun. Capaian ini menunjukkan hilirisasi telah menjadi motor utamapertumbuhan investasi. MIND ID memperkuat pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral seperti bauksit, tembaga, dan nikel. Di saat yang sama, fungsi hubungan masyarakatdan kelembagaan diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikandukungan berkelanjutan terhadap proyek strategis. Head...
- Advertisement -

Baca berita yang ini