MataIndonesia, Jakarta – Pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Aceh terus berjalan seiring upaya pemerintah dan masyarakat mengembalikan aktivitas kehidupan secara bertahap. Di tengah proses tersebut, warga secara tegas menyatakan penolakan terhadap kehadiran simbol separatisme demi menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
Masyarakat khususnya para korban bencana menginginkan semua pihak fokus menangani bencana dan menyalurkan bantuan. Salah satu korban banjir di Bireuen, Muhammad, mengaku khawatir bila kehadiran simbol bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menggeser isu bencana ke politik murni.
“Saya dan keluarga, serta teman-teman yang lain sesama pengungsi, sudah lelah hidup di bawah tenda,” ungkapnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta agar tidak ada pihak-pihak yang melakukan provokasi. Sebab hal tersebut dapat mengganggu stabilitas keamanan di tengah upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat
“Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang menganggu proses (pemulihan pascabencana) tersebut,” kata Agus.
Ia menegaskan, TNI tidak akan menoleransi bila terjadi aksi provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan negara hingga menghambat pemulihan pascabencana di Aceh. Sanksi tegas akan diterapkan bila hal itu sampai terjadi.
“Saya akan tindak tegas kalua ada kelompok-kelompok seperti itu,” ujarnya.
Agus menerangkan, TNI, Polri, bersama Kementerian/Lembaga bergotong-royong secara maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Untuk itu, ia meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana berjalan cepat dan lancar.
“Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang menganggu proses tersebut,” pungkasnya.
Selain itu, pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan setempat memastikan distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pemulihan infrastruktur dasar berjalan merata dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, sehingga seluruh energi masyarakat dapat difokuskan pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi tanpa terganggu oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.
