Mata Indonesia, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan fasilitas sekolah, penerapan teknologi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, serta pemerataan kesempatan belajar. Berbagai kebijakan tersebut didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa APBN bukan sekadar instrumen untuk menjaga kestabilan ekonomi dan fiskal negara. Anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas jangkauan pelayanan dasar, dan memperkuat produktivitas nasional.
“Hal yang perlu diperhatikan bukan semata-mata besarnya angka dalam APBN, melainkan bagaimana setiap rupiah dari belanja negara mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Suahasil.
Di bidang pendidikan, pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Upaya lainnya mencakup pembaruan fasilitas sekolah dan madrasah serta penerapan digitalisasi pembelajaran. Langkah ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih memadai sekaligus menyesuaikan pendidikan dengan kemajuan teknologi.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani turut menyoroti perhatian Presiden Prabowo terhadap pembenahan pendidikan selama masa pemerintahannya.
“Presiden menunjukkan perhatian yang besar terhadap pendidikan dan terus berupaya melakukan pembenahan di sektor ini,” kata Lalu Hadrian.
Ia menjelaskan, revitalisasi sekolah menjadi langkah penting, terutama untuk memperbaiki bangunan pendidikan yang selama belasan hingga puluhan tahun belum tersentuh renovasi. Perbaikan tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih aman dan nyaman.
Untuk memperluas akses belajar, Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, Sekolah Garuda diarahkan untuk memfasilitasi siswa berkemampuan akademik tinggi agar berpeluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi unggulan, termasuk di luar negeri.
Di sektor kesehatan, APBN turut mendukung renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah.
Berbagai program tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan dan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Pemerintah perlu memastikan pelaksanaannya berjalan merata dan berkelanjutan agar setiap anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak serta kesempatan membangun masa depan yang lebih baik. (*)

