Pemerintah Gandeng Pindad untuk Produksi Massal Tabung CNG Merah Putih

Baca Juga

MataIndonesia, JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui rencana menggandeng PT Pindad (Persero) untuk memproduksi massal tabung Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih berkapasitas 3 kilogram. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik dan menekan beban subsidi energi yang selama ini membebani APBN.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan tabung CNG 3 kg masih berada pada tahap pengujian teknologi di China. Setelah seluruh rangkaian uji coba selesai dan dinyatakan layak, pemerintah akan segera merealisasikan kerja sama dengan PT Pindad sebagai mitra produksi nasional.

“Kami akan melakukan dengan Pindad nanti, tapi masih cek dulu di sana (China). Kalau sudah selesai, baru kami melakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Bahlil.

Pemilihan PT Pindad dinilai tepat karena perusahaan BUMN tersebut telah memiliki pengalaman memproduksi tabung LPG 3 kg, 5,5 kg, dan 12 kg untuk PT Pertamina sejak 2015. Dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 tabung per bulan, Pindad dinilai memiliki kemampuan untuk mendukung percepatan program konversi energi sekaligus memperkuat industri manufaktur nasional.

Dari sisi ekonomi, program ini diproyeksikan memberikan manfaat yang signifikan. Menurut Bahlil, harga CNG diperkirakan 30–40 persen lebih murah dibandingkan LPG bersubsidi. Dengan nilai subsidi LPG yang mencapai sekitar Rp86 triliun hingga Rp90 triliun per tahun, pemerintah memperkirakan potensi efisiensi anggaran dapat mencapai Rp27 triliun hingga Rp30 triliun. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk memperkuat berbagai program pembangunan yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan akan mengutamakan aspek keselamatan dan melakukan uji coba yang di rencanakan pada bulan Agustus 2026. Tahap awal implementasi akan difokuskan di sejumlah kota besar, termasuk wilayah Jawa Barat.
“Pemerintah mengutamakan aspek keselamatan, kualitas tabung, serta kesiapan distribusi sebelum program diperkenalkan secara luas kepada masyarakat. Uji coba direncanakan berlangsung Agustus setelah tabung selesai diuji di China dan sampelnya kembali diuji di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi,” ujar Laode.

CNG sendiri bukan merupakan teknologi baru. Selama ini energi tersebut telah dimanfaatkan di sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis. Melalui pengembangan tabung berkapasitas 3 kilogram, pemerintah membuka peluang agar rumah tangga juga dapat menikmati sumber energi yang lebih efisien, lebih ekonomis, dan berbasis gas domestik.

Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga dan pasokan energi dunia, langkah pemerintah mengembangkan CNG menjadi kebijakan strategis yang patut diapresiasi. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, program ini berpotensi mengurangi ketergantungan impor, mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, menghemat anggaran negara, serta menghadirkan energi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aparat Tegaskan Komitmen Menindak OPM Pelaku Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo

MataIndonesia, Papua-Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk menindak kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap...
- Advertisement -

Baca berita yang ini