Pembatasan Pembelian BBM Pertalite, Berikut Daftar Motor 125 CC yang Masih Bisa Antre

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite nantinya akan dibatasi. Informasi ini udah membuat pemerintah menentukan kriteria kendaraan yang boleh membeli BBM jenis pertalite bersubsidi itu. Salah satu kriterianya yakni kapasitas mesin kendaraan.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif kendaraan yang boleh membeli BBM pertalite sudah ada kriterianya dan dirinya juga memastikan bahwa sepeda motor masih bisa mengisi bahan bakar bersubsidi.

“Untuk kriterianya sudah ada, berdasarkan mobil dengan kriteria cc tertentu. Sudah mengerucut kriterianya, tunggu saja. Tapi pembatasan tetap berjalan, ini sebagai cara pemerintah menjalankan pemakaian BBM bersubsidi tepat sasaran,” ujarnya.

Bagi kendaraan sepeda motor dengan kapasitas mesin 125 CC masih bisa mengisi BBM Pertalite dengan daftar jenis motor sebagai berikut :

Honda

Honda BeAT 110 cc

Honda Genio 110 cc

Honda Scoopy 110 cc

Honda Vario 125 cc

Honda Revo X 110 cc

Honda Supra X 125

Honda Super Cub C125

Honda CT125

Yamaha

Yamaha Mio S 125 cc

Yamaha Mio M3 125

Yamaha Gear 125 cc

Yamaha Fino 125 cc

Yamaha X-Ride 125 cc

Yamaha FreeGo 125 cc

Yamaha Fazzio 125 cc

Yamaha Lexi 125 cc

Yamaha Jupiter Z1

Yamaha Vega Force

Suzuki

Suzuki Nex II

Suzuki Nex Crossover

Suzuki Address FI

Suzuki Address Playful

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini