Pemain Persib Berdarah Jerman Ini Jagokan Bayern Muenchen

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan mendukung Bayern Muenchen juara Liga Champions. Pasalnya, ibu Kim berasal dari Jerman.

Final Liga Champions antara Bayern melawan PSG akan digelar di Estadio da Luz, Senin 24 Agustus 2020 dini hari WIB. Bayern sudah empat kali juara, sementara PSG baru pertama kali lolos ke final.

Dukungan Kim untuk Bayern tampak pada postingannya di Instagram ketika melawan Lyon di semifinal. Menurut pemain berusia 30 tahun, Bayern sangat digdaya sejak kompetisi dilanjutkan pasca-dihentikan karena pandemi Covid-19, termasuk menghancurkan Barcelona 8-2 di perempatfinal.

“Pasti akan nonton, karena kan Bayern tim favorit. Kemarin lawan Barca nonton terus lawan Lyon nonton, dan memang kelihatan Bayern musim ini terutama setelah istirahat Covid sangat siap dan kayanya di atas tim-tim lain dan cukup matang,” ujar Kim, dikutip dari Simamaung, Minggu 23 Agustus 2020.

“Saya berharap Bayern bisa menjadi juara Champions musim ini. Tentunya lawan PSG berbeda karena ada Neymar, Mbappe ada Di Maria, pemain-pemain cepat. Saya pikir di sisi lain Bayern punya pemain bertahan yang cepat. Kayanya seimbang deh tapi mudah-mudahan Bayern jadi juara musim ini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini