Pemain Chelsea dan City Akrab Gegara Final Liga Champions

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Tidak ada kecanggungan di skuat timnas Inggris ketika pemain Chelsea dan Manchester City berlatih bersama. Justru mereka makin akrab gegara final Liga Champions.

Chelsea dan City berjumpa di final Liga Champions yang dihelat di Estadio Do Dragao, Porto, Portugal. Di laga ini, The Blues keluar sebagai juara berkat gol tunggal Kai Havertz.

Di skuat Inggris, setidaknya ada tiga pemain Chelssea dan empat pemain City. Tiga pemain Si Biru di antaranya Reece James, Ben Chilwell, dan Mason Mount. Sedangkan empat pemain The Citizens di antaranya John Stones, Phil Foden, Raheem Sterling, dan Kyle Walker.

Beberapa pekan lalu, pemain-pemain tersebut menjadi rival. Kini, mereka bahu-membahu memperkuat skuat The Three Lions di Piala Eropa 2020.

“Tidak ada rasa canggung sama sekali. Mungkin terdengarnya aneh, tapi final Liga Champions justru membuat kami semakin dekat dan akrab. Meskipun mereka (pemain City) kalah, di sini sama sekali tidak canggung,” ujar Ben Chilwell, dikutip dari Sky Sports, Kamis 10 Juni 2021.

“Seperti saya bilang, final Liga Champions justru membuat kami lebih dekat dibandingkan sebelumnya. Kami menjalani pengalaman yang menyenangkan. Ini bagus untuk kami dan bisa memberikan hal positif,” ungkapnya.

Di Piala Eropa 2020, Inggris berada di Grup D bersama Kroasia Republik Ceko, dan Skotlandia. Di laga perdana, tim besutan Gareth Southgate berjumpa Kroasia, Minggu 13 Juni 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini