Pelatih Persib Alami Serangan Jantung

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengalami serangan jantung, Selasa 21 Juli 2020. Dilarikan ke rumah sakit, kondisi Robert kini sudah stabil.

Robert dibawa ke Rumah Sakit Borromeus, Bandung. Dokter tim Persib, M. Rafi Ghani mengatakan, sebelum mendapat penanganan dari rumah sakit, Robert sempat mengeluh sakit dada kiri dan kesemutan di lengan kirinya.

Sehari sebelum terkena serangan jantung, Robert sudah menghubungi Rafi untuk mengetahui penyebab sakit dada kirinya. Hari itu juga sang pelatih melakukan pemeriksaan.

“Hari senin saya dan coach (Robert) langsung melakukan pemeriksaan karena apa yang dikeluhkan ciri-ciri gejala awal gangguan jantung. Setelah pemeriksaan elektrokardiografi atau EKG di dokter spesialis jantung, dan saat itu hasilnya baik,” ujar Rafi, di laman resmi klub, Kamis 23 Juli 2020.

“Setelah pemeriksaan itu disarankan untuk pemeriksaan lanjutan. Rencana Selasa (22 Juli 2020) jam 08.00, untuk pemeriksaan CT Scan jantung karena hari senin penuh. Namun, jam 04.30 saya dapat kabar coach serangan jantung dan langsung dibawa ke RS Borromeus,” katanya.

Setelah mendapat pemeriksaan, Robert mengalami gejala penyakit jantung koroner. Tim medis pun melakukan tindakan kurang lebih 1 jam 30 menit untuk menjalani operasi pemasangan kateter (balon) dan juga pemasangan ring pada jantungnya.

“Dipasang tiga balon dan satu ring. Alhamdulillah setelah observasi kemarin hasilnya baik, saat ini sudah jauh membaik dan sudah pindah ke ruangan. Kalau melihat hasil secara umum sampai saat ini, besok juga sudah bisa pulang,” ungkap Ghani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini