Pelatih Malaysia Puji Kualitas Timnas Indonesia U-19 Meski Gagal Lolos

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Timnas Indonesia U-19 gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-19. Tapi, menurut pelatih Malaysia Hassan Sazali, skuat Garuda Nusantara yang tim paling kuat di turnamen ini.

Indonesia gagal lolos meski meraih kemenangan telak 5-1 atas Myanmar di laga pamungkas. Tim besutan Shin Tae-yong kalah head-to-head dari Thailand dan Vietnam meski sama-sama punya poin 11.

AFF menggunakan regulasi head-to-head ketimbang selisih gol. Padahal, Indonesia merupakan tim paling subur dengan mencetak 17 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Meski gagal lolos, Hassan menyebut Indonesia adalah tim paling kuat di turnamen Piala AFF U-19.

“Indonesia punya persiapan yang rapi dari awal menghadapi kompetisi ini, mereka siapkan tim untuk [kualifikasi] AFC [U-20] di bulan September,” ujarnya.

“Jadi dengan persiapan tersebut, mereka adalah pasukan yang kuat. Pasukan Timnas Indonesia U-19 adalah yang paling kuat di sini, di atas kertas kami lihat seperti itu,” katanya.

Hassan juga memuji pelatih Shin Tae-yong dalam menerapkan taktik di setiap pertandingan.

“Yang saya perhatikan dari pelatihnya mampu mengadaptasi intensitas tinggi dengan taktik cepat saat menyerang di kejuaraan ini. Barisan penyerang mereka sangat tajam karena itu mereka mencetak banyak gol. Itu adalah kelebihan skuat Indonesia,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini