Pelantikan Aliansi BEM Se Indramayu Periode 2022-2023 Resmi Dilantik

Baca Juga

MATA INDONESIA, INDRAMAYU – Bertempat di Aula Graha Seni dan Budaya STKIP NU Indramayu digelar pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa Se Indramayu (BEM SI) pada periode 2022-2023. Jawa Barat. (18/10/2022).

Aliansi BEM Se Indramayu sekarang resmi dipimpin oleh perempuan yang biasa disapa Dewi RJ, diharapkan dengan kepemimpinannya mampu bertindak kritis dalam menyuarakan keadilan bagi perbaikan bangsa dan negara khususnya untuk kemajuan Kabupaten Indramayu.

Perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Indramayu adalah STKIP NU Indramayu, Universitas Wiralodra, AMIK Purnama Niaga, STKIP Pangeran Dharma Kusuma, AKSARI, Politeknik Negeri Indramayu (Polindra), STAI Sayid Sabiq, STIDKI NU Indramayu, STKIP Al Amin, STAIS Dharma Kusuma dan lainnya.

Ketua STKIP NU Indramayu, Tobroni, mengungkapkan saya mengingatkan kepada mahasiswa khsusnya kepengurusan BEM Se Indramayu agar dapat menjadi kader-kader yang sukses dan dapat memajukan indramayu. Ungkap Tobroni.

Tobroni pun menyatakan “Sebuah negara akan hancur jika ada ya kemunduran pendidikan, maka dari itu mahasiswa di tuntut agar dapat menyuarakan isu terkait dunia pendidikan kedepan”. Ujar Tobroni.

Adapun Presiden terpilih Aliansi BEM Se Indramayu Dewi RJ mengatakan ” Melalui forum diskusi  guna menjadi langkah awal dalam menciptakan pembangunan dan perubahan, sikap dan tindakan untuk membantu pemerintah dalam menciptakan pembangunan dan perubahan bagi rakyat Indonesia umumnya terutama di Kab. Indramayu. Ungkap Dewi.

Dengan nada optimisme Ketua BEM Se Indramayu mengatakan “Keikutsertaan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Se Indramayu turut mewarnai ruang-ruang diskusi dan intelektual, mengingat salah satu fungsi dari Mahasiswa selain Social Control, Agent Of Change, Iron Stock adalah Guardian Of Value, Ungkap Dewi RJ.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini