Pasangan Ganda Putera Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan Memilih Mundur

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOKYO – Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menyatakan bahwa Olimpiade Tokyo akan menjadi Olimpiade terakhir mereka. Keduanya memilih mundur dan mengucapkan perpisahan melalui unggahan di media sosial Instagram.

Keduanya kompak mengunggah kata perpisahan pada Minggu 1 Agustus 2021. Hendra secara tegas menyatakan bahwa Olimpiade Tokyo merupakan yang terakhir baginya.

Bye2 Tokyo 2020..Olimpiade terakhir saya telah berakhir,” kata Hendra dalam keterangan foto dirinya berpose di depan lambang Olimpiade.

Hendra pernah menyatakan hal serupa usai Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Saat itu, dia menyatakan tak akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

“Bye2 Rio 2016.. Olimpiade terakhir saya telah berakhir,” tulisnya 23 Agustus 2016..

Sementara Mohammad Ahsan tak secara tegas menyatakan bahwa Olimpiade Tokyo akan menjadi yang terakhir baginya. Meskipun demikian, Ahsan memberi sinyal bahwa dirinya sudah memasuki masa akhir karir sebagai pemain bulu tangkis.

“Bismillah..akhirnya selesai jg perjuangan dan perjalan saya di olympic..mungkin endingnya belum dikasih yg indah,tp sy sangat bersyukur karena selama ini saya dikasih hasil selalu yg indah,,keluarga yg indah,partner yg indah,,pelatih yg indah,teman2 yg indah dan para pendukung yg sangat indah..Dan semua ini akan selalu menjadi kenangan yg indah..semoga di sisa karier ini masih bisa membuat kenangan yg indah..Aamiiiinn,” tulis Ahsan dalam keterangan foto dirinya berpose di depan lambang Olimpiade.

Ahsan dan Hendra pertama kali dipasangkan pada 2013. Keduanya sempat bermain di Olimpiade Rio de Janiero 2016 akan tetapi tersingkir sejak babak penyisihan grup. Keduanya berpisah pada akhir 2016. Ahsan sempat berpasangan dengan Rian Agung Saputro sebelum akhirnya kembali bermain bersama Hendra pada 2019.

Hendra Setiawan pernah merasakan manisnya medali emas Olimpiade pada 2008 di Beijing saat berpasangan dengan Markis Kido. Sementara bagi Mohammad Ahsan, melaju ke semifinal merupakan capaian terbaiknya. Sebelumnya dia pernah mencapai babak perempat final Olimpiade 2012 di London bersama Bona Septano.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jalan Inpres Daerah: Infrastruktur dan Jalan Kesejahteraan

*) Oleh: Maya Sri LestariPembangunan infrastruktur selama ini sering dipandang sebatas proyek fisik yang menghasilkan jalan, jembatan, atau sarana transportasi lainnya. Padahal, bagimasyarakat di daerah, infrastruktur jalan merupakan fondasi utama yang menentukankelancaran aktivitas ekonomi, akses layanan publik, dan pemerataan pembangunan. Dalam konteks tersebut, peresmian ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) menunjukkankomitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus membukajalan menuju kesejahteraan yang lebih merata. Kebijakan ini menjadi bukti bahwapembangunan tidak hanya difokuskan pada kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih besar.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jalan daerah merupakan urat nadiperekonomian rakyat. Pernyataan tersebut memiliki dasar yang kuat karena sebagianbesar aktivitas produksi masyarakat berlangsung di wilayah pedesaan dan daerahpenyangga ekonomi nasional. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagaiproduk usaha mikro dan kecil sangat bergantung pada ketersediaan akses jalan yang memadai untuk menjangkau pasar. Tanpa konektivitas yang baik, biaya distribusimenjadi tinggi dan daya saing produk lokal semakin melemah. Oleh karena itu, pembangunan jalan daerah tidak hanya menciptakan akses fisik, tetapi juga memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat.Lebih jauh, kehadiran jalan yang berkualitas mampu menghubungkan desa-desaproduktif dengan pusat perdagangan, kawasan industri, serta jaringan logistiknasional. Selama ini, banyak daerah memiliki potensi ekonomi besar namunterhambat oleh buruknya infrastruktur transportasi. Akibatnya, biaya pengangkutanmeningkat, waktu distribusi menjadi lebih lama, dan keuntungan yang diterimamasyarakat menjadi tidak optimal. Melalui pembangunan jalan daerah yang lebih luasdan terintegrasi, hambatan tersebut dapat dikurangi sehingga manfaat ekonomi dapatdirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.Selain itu, pembangunan jalan daerah juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Infrastruktur yang baik mempercepat akses masyarakat terhadap pendidikan, layanankesehatan, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Anak-anak sekolah dapat menempuhperjalanan dengan lebih aman dan efisien, sementara masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat memperoleh akses yang lebih cepat ke pusatpelayanan. Dengan demikian, pembangunan jalan tidak hanya berkontribusi terhadappertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secarakeseluruhan.Sejalan dengan visi tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskanbahwa Program Inpres Jalan Daerah merupakan tindak lanjut dari Instruksi PresidenNomor 11 Tahun 2025 yang berfokus pada percepatan konektivitas guna mendukungswasembada pangan, energi, dan air. Kebijakan ini menunjukkan bahwapembangunan jalan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besarpembangunan nasional. Konektivitas yang baik memungkinkan distribusi hasilproduksi berlangsung lebih efisien, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomidaerah. Dalam konteks swasembada pangan, keberadaan jalan yang memadaimenjadi faktor penting untuk memastikan hasil panen dapat segera sampai ke pasar tanpa mengalami hambatan logistik yang merugikan petani.Selanjutnya, penguatan konektivitas juga berperan dalam menjaga stabilitas rantaipasok nasional....
- Advertisement -

Baca berita yang ini