Parah, India Catat Rekor Global Lagi dengan 379.257 Kasus Harian Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Kasus harian Covid-19 di India kembali mencatatkan rekor global terbaru pada Kamis 29 April 2021.

Sebanyak 379.257 kasus baru bertambah dalam sehari. Total sudah ada 18,3 juta kasus corona di India, dengan 204.832 kematian.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 di India meningkat dalam beberapa hari terakhir ini. Sejak 22 April India telah mendaftarkan lebih dari 300 ribu kasus per hari yang menyebabkan kolapsnya sistem kesehatan negara itu.

Sejumlah kota di India terpaksa menerapkan lockdown untuk menghindari pergerakan manusia, di tengah bahayanya mutasi Covid-19 jenis B1617.

Sementara di Ibu kota India, New Delhi, melaporkan hampir 26.000 kasus baru dan 368 kematian pada Rabu malam.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi pun menghadapi kritik atas penanganan selama gelombang kedua pandemi yang mematikan.

Sejumlah negara juga memberikan bantuan medis kepada India. Pada Kamis pagi, pesawat Rusia tiba di India dengan bantuan medis.

Pasokan medis darurat pertama dari Inggris juga sudah tiba di negara itu pada Selasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini