Pangeran William Kritik Miliarder yang Wisata ke Luar Angkasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pangeran William melayangkan kritik terhadap miliarder yang mengirim orang-orang untuk melakukan perjalanan ke luar angkasa. Menurutnya, para miliarder itu seharusnya fokus menyelamatkan bumi.  

“Kami membutuhkan beberapa otak dan pikiran terhebat di dunia yang berusaha memperbaiki planet ini, bukan mencoba menemukan tempat berikutnya untuk pergi dan tinggal,” kata William, melansir Good Morning America, Jumat, 15 Oktober 2021.

Pernyataan sang pangeran mengacu pada wisata ke luar angkasa yang dipimpin oleh beberapa miliarder, seperti Jeff Bezos, Elon Musk, dan Richard Branson.

“Itu benar-benar sangat penting untuk fokus pada (planet) ini daripada menyerah dan menuju ke luar angkasa untuk mencoba dan memikirkan solusi untuk masa depan,” sambung ayah tiga anak ini.

William juga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak tertarik untuk pergi ke luar angkasa. Pewaris takhta Kerajaan Inggris itu bahkan mempertanyakan biaya karbon yang dihabiskan untuk melakukan penerbangan ke luar angkasa.

Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton akan menghadiri Earthshot Awards pertama pada akhir pekan nanti. Di mana lima pemenang yang berkontribusi dalam menyelamatkan planet Bumi akan mendapatkan hadiah senilai 1 juta USD.

Menariknya, lima pemenang ini akan mendapatkan hadiah tersebut hingga 2030. Tujuannya adalah untuk menciptakan setidaknya 50 solusi untuk masalah lingkungan terbesar di dunia tahun 2030.

“Saya ingin hal-hal yang saya nikmati – kehidupan luar, alam, lingkungan, saya ingin itu ada untuk anak-anak saya, dan bukan hanya anak-anak saya tetapi untuk anak-anak orang lain,” katanya.

“Jika kita tidak hati-hati, kita merampok masa depan anak-anak kita melalui apa yang kita lakukan sekarang,” ucapnya.

Sebagai catatan, orang terkaya sejagat Jeff Bezos sukses mengudara ke luar angkasa selama 10 menit 10 detik. Bezos terbang sekitar 66,5 mil (107 kilometer) di atas gurun Texas dalam roket New Shepard dari Blue Origin, Selasa, 20 Juli 2021.

Penerbangan suborbital bersejarah itu mengantarkan manusia ke era baru wisata luar angkasa. Jeff Bezos juga turut mengajak tiga penumpang lainnya.

Ia bersama saudara laki-lakinya Mark Bezos dan pensiunan pilot Wally Funk yang berusia 82 tahun dan termuda adalah Oliver Daemen berusia 18 tahun. Daemen adalah anak seorang pengusaha yang dibayari ayahnya itu untuk menjadi penumpang berbayar pertama Blue Origin.

Pesawat New Shepard berhasil meroket ke atmosfer atas bumi hingga 351.210 kaki, atau 66,5 mil. Ini lebih tinggi dibandingkan Richard Branson bersama Virgin Galactic yang pekan lalu juga melakukan peluncuran. “Hari terbaik yang pernah ada,” kata Jeff Bezos setelah kembali mendarat di bumi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini