Panen Padi di Aceh Barat Capai 11 Ton per Hektar!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Panen padi di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat mencapai 11 ton per hektar. Ini merupakan panen perdana padi varietas Cakrabuana, demikian dikatakan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh, Amiruddin.

“Alhamdulillah, ini merupakan sebuah prestasi yang patut disyukuri, karena belum pernah ada hasil panen padi mencapai 11 ton per hectare di Aceh,” ucap Ketua ISMI Aceh Barat, Amiruddin.

Dikatakan Amiruddin bahwa hasil panen pagi sebanyak 11 ton per hektar itu didapatkan berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen oleh tim dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Johan Pahlawan pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat.

Sementara sebelumnya, jumlah padi yang dipanen oleh para petani di Kabupaten Aceh Barat hanya di kisaran 6,5 ton hingga 7 ton per hektar.

Sebagai catatan, varietas benih padi Cakrabuana yang sudah dipanen tersebut berusia 90 hari tanam atau 3 bulan selepas penanaman. Amiruddin mengatakan, dengan keberhasilan ini ISMI Aceh Barat akan bekerja keras pengembangkan benih padi varietas Cakrabuana.

Selain itu, ISMI Aceh Barat juga akan menyertakan pemerintah daerah dan para petani guna mensukseskan program pengembangkan benih padi varietas Cakrabuan. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan program ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Barat.

“Sehingga nantinya program ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Barat diharapkan semakin lebih mudah diwujudhkan,” tegas Amiruddim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini