Optimalisasi MBG, BRIN Dukung Gunakan Peta Potensi Laut Berbasis AI

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan agenda nasional memerlukan tata kelola data yang kuat, mulai dari ketepatan sasaran hingga efisiensi logistik serta akuntabilitas.

Saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan model pemetaan zona tangkap udang, ikan, rumput laut berbasis AI untuk mendukung optimalisasi MBG. Pemetaan potensi laut berbasis artifisial dengan tingkat akurasi 94% untuk memastikan ketahanan protein.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi, BRIN Esa Prakasa mengatakan, integrasi data geospasial dan tata kelola satu data membuka peluang kolaborasi pemanfaatan data pemerintahan digital guna mendukung MBG melalui inisiatif Satu Peta Nasional MBG.

“Kami ulas kebutuhan dan tantangan integrasi data produksi, stok, distribusi, harga, serta data lokasi yang relevan dengan operasional MBG,” ujar Esa.

pelaksanaan MBG membutuhkan data akurat dan terpadu, termasuk data spasial lokasi dapur dan penyedia layanan. Tanpa tata kelola data dan mekanisme verifikasi yang kuat, penentuan lokasi berbasis geolocation berpotensi menimbulkan risiko penyimpangan.

“Dengan BGN kami ingin memperoleh terkait kebutuhan data, proses validasi, serta peran pemerintah daerah sebagai produsen data,” ujarnya.

“Dengan kolaborasi ini kami berharap menghasilkan rekomendasi konkret penguatan pemerintahan digital dalam kerangka Satu Peta Nasional MBG hingga mendorong tindak lanjut riset terapan untuk mendukung keberhasilan program MBG secara transparan, akuntabel, dan berbasis bukti,”

Sedang Peneliti BRIN pencetus ide peta protein ikan untuk MBG, Rezza Eko Caraka menyampaikan riset bertujuan memetakan potensi laut Indonesia sebagai alternatif sumber gizi dalam disversifikasi pangan MBG.

Hasil riset ini berpotensi diintegrasikan ke dalam dasbord nasional guna mendukung pengambilan keputusan lintas kementerian/lembaga serta pemerintah daerah. Integrasi dan spasial dan AI diharapkan menjadi fondasi ilmiah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan potensi protein laut Indonesia untuk menunjang program MBG.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini