Nggak Pernah Kalah Lawan Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir, Thailand Enggan Jemawa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam lima tahun terakhir, Thailand nggak pernah kalah lawan Indonesia. Tapi, tim Negeri Gajah Putih pantang meremehkan Skuat Garuda.

Thailand akan menghadapi Indonesia pada leg pertama final Piala AFF 2020, Rabu 29 Desember 2021 di National Stadium. Sementara leg kedua dihelat pada 1 Sabtu 1 Januari 2022. Tak ada aturan gol tandang di turnamen kali ini.

Terakhir kali Thailand berjumpa Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar pada Juni 2021. Saat itu tim Merah Putih menahan imbng Thailand 2-2.

Selebihnya, Thailand selalu menang menghadapi Indonesia. Khusus di Piala AFF, Teerasil Dangda dkk., selalu menang dengan rincian 4-2 di penyisihan grup Piala AFF 2016, 2-1 leg pertama final Piala AFF 2016 dan 2-0 leg kedua final Piala AFF 2016. Kemudian, menang 4-2 di Piala AFF 2018.

Tahun ini, Indonesia turun dengan mayoritas pemain muda di bawah usia 23 tahun. Pelatih Thailand, Alexandre Polking justru mewaspadai tim besutan Shin Tae-yong karena punya kecepatan.

“Kami tidak melihat satu per satu pemain, tetapi mereka pemain muda, selalu lari, memberikan segalanya, semua cepat, berbahaya, naik turun,” katanya.

“Sebagai tim, mereka pemain muda mereka melakukan kerja yang bagus di turnamen dan pantas ke final dan juga dukungan pelatih yang berpengalaman,” ujarnya.

Polking yakin dua pertandingan final melawan Indonesia akan berjalan ketat dan alot. Thailand disebut takkan mudah meraih kemenangan.

“Seperti saya bilang, akan ada dua pertandingan berat. Tetapi kami siap membawa pulang piala kembali,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini