Ngeri, Jasad 6 Pria Semi Telanjang Ditemukan Tergantung di Jembatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MEKSIKO – Seorang pejabat melaporkan bahwa telah ditemukan enam jasad pria ditemukan tergantung di sebuah jembatan di Kota Zacatecas di utara-tengah Meksiko pada Kamis (12/8).

Diketahui, Kota Zacatecas mashyur akan kartel narkoba dan di wilayah tersebut ada beberapa kartel terbesar di Meksiko yang kerap terlibat dalam perebutan rute perdagangan yang menguntungkan.

Melansir US News, mayat setengah telanjang ditemukan di kantor kejaksaan setempat, demikian dilaporkan seorang sumber yang meminta anonimitas karena dia tidak diizinkan untuk berbicara secara terbuka kepada media. Surat kabar Meksiko juga melaporkan penemuan mengerikan itu.

Kota Zacatecas telah diganggu oleh kekerasan hebat dalam beberapa bulan terakhir ketika Kartel Sinaloa dan saingan terbesarnya, Kartel Generasi Baru Jalisco, memperebutkan kendali atas rute perdagangan utama.

Selama periode Juli, sebanyak 11 mayat ditemukan digantung di bawah jembatan di negara bagian Zacatecas, beberapa disertai dengan pesan ancaman. Beberapa mayat juga dibuang di kota Fresnillo dan Valparaiso, yang juga mengalami lonjakan tingkat kejahatan.

Sekitar 536 orang tewas di negara bagian Zacatecas sejak Januari hingga Juni 2021. Angka tersebut naik sebesar 57 persen pada periode yang sama tahun lalu, menurut angka resmi.

Perang antar kartel narkoba di negara yang terletak di Amerika Utara itu bukanlah cerita baru. Penegak Hukum Narkoba Pemerintah (DEA), Kyle Mori bahkan mengakui kepada saluran berita Amerika Latin Univision bahwa para kartel narkobal sangat kejam.

“Pemenggalan kepala, melarutkan korban dengan cairan asam, eksekusi di depan umum, mencabik-cabik jantung, membunuh wanita dan anak-anak, pemboman terhadap orang-orang,” kata Mori, menambahkan bahwa kekerasan tersebut hampir berlangsung setiap hari, melansir The Sun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini